Letusan kuat itu bersumber dari dua meriam zaman baheula yang ada di Signal Hill, kawasan perbukitan Cape Town. Kecuali hari Minggu dan hari libur, maka meriam itu selalu dinyalakan, penanda sudah tengah hari. Dari situ pula namanya berasal, Noon Gun. Kegiatan menyalakan meriam yang menggunakan sekitar 1,5 kilogram tepung mesiu itu pun menjadi atraksi untuk turis.
Noon Gun itu terdiri dari dua meriam yang jenisnya sama, yakni Smooth Bore Muzzle Loading (SBML). Di masa lalu, keduanya merupakan bagian dari sistem persenjataan Inggris untuk mengantisipasi serangan yang masuk ke kawasan pelabuhan Cape Town. Senjata ini didesain Capt Thomas Blomefield pada tahun 1786, menjadi bagian dari sistem persenjataan Angkatan Laut Inggris pada tahun 1794.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam perkembangannya, kedua meriam dipindahkan pada tahun 1902 ke Lion Battery tempatnya saat ini. Fungsinya pun kemudian berubah sebagai alat pemandu suara bagi kapal, mencocokkan sistem navigasi kapal, maupun untuk penyamaan waktu.
Meriam itu pernah dinyalakan saban matahari tenggelam, pernah juga saban jam satu siang, lantas berubah menjadi tengah hari sampai saat ini. Diperkirakan, kedua meriam itu sudah mengeluarkan letusan sebanyak 63 ribu kali.
Noon Gun menjadi atraksi wisata yang disukai turis. Ini atraksi wisata yang murah dan gratis. Setelah melihat meriam diletuskan, selanjutnya turis bisa melihat sajian pemandangan pusat kota Cape Town hingga ke kawasan Pelabuhan Waterfront. Di komplek Noon Gun itu, terdapat beberapa meriam, namun hanya dua yang difungsikan.ο»Ώ
(rul/nik)











































