Isu batalnya Djan menjadi Menpera ramai diperbincangkan politikus di DPR. Disebut-sebut Djan gagal lolos tes kesehatan. Tidak mau menjadi bola liar, PPP yang menjagokan Djan untuk posisi Menpera pun mencari tahu kebenaran isu ini.
"Kita sedang mengumpulkan informasi apakah benar seperti itu. Kalau sudah ada, kita akan sampaikan," ujar Sekretaris Fraksi PPP DPR, Arwani Thomafi, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/10/2011),
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita dapat kabar katanya Djan Faridz batal jadi menteri," tutur Wakil Bendahara Umum Golkar, Bambang Soesatyo, kepada wartawan.
Informasi yang dikumpulkan detikcom, batalnya Djan Faridz ini karena adanya penolakan dari sebagian kader PPP. Nah, karena alasan itu posisi Djan sebagai Menpera kembali dipertimbangkan.
Namun kepastian dia dicopot atau tidak belum pasti. Perkembangan reshuffle, termasuk komposisi menteri terus bergeser tiap jam. Seorang politikus membisiki, seandainya benar Djan batal jadi menteri, alasan kesehatan akan dijadikan dasar.
Sebelumnya, dari 5 calon menteri yang menjalani tes kesehatan, hanya Djan Faridz yang tak memberi keterangan pada media. Usai diperiksa, calon menteri perumahan rakyat itu 'menghilang'.
Djan tiba di ruang medical check up RSPAD Gatot Soebroto, Jl Abdurrahman Saleh, Jakarta Pusat, Selasa (18/10/2011), pukul 07.15 WIB. Dia mengenakan batik bermotif hijau.
Lima jam kemudian, muncul calon Kepala BIN Letjen Marciano Norman. Dia menjelaskan hasil pemeriksaan, mulai dari awal hingga akhir.
Tak lama, muncul calon Menteri BUMN Dahlan Iskan. Sama seperti Marciano, dia menyapa para wartawan dan bercerita blak-blakan tentang riwayat penyakitnya.
Begitupun juga dengan calon Menkum HAM Amir Syamsuddin dan calon MenPAN dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar. Keduanya memberi penjelasan tentang penyakit dan saran medis dari dokter.
Khusus untuk Djan, tak ada informasi soal kepulangannya. Saat para jurnalis mencari keberadaannya, salah seorang suster di RSPAD menyatakan, Ketua PWNU DKI Jakarta itu sudah selesai diperiksa.
Mobil Lexus hitam bernopol B 42 DPD milik pengusaha Tanah Abang itu pun menghilang dari parkiran. "Tadi pas wawancara yang lain, dia keluar," ujar salah seorang suster.
(van/ndr)











































