Sketsa Mayat Bocah Perempuan Dalam Koper Disebar di Pemukiman Kumuh

Sketsa Mayat Bocah Perempuan Dalam Koper Disebar di Pemukiman Kumuh

- detikNews
Selasa, 18 Okt 2011 15:13 WIB
Sketsa Mayat Bocah Perempuan Dalam Koper Disebar di Pemukiman Kumuh
Jakarta - Aparat Kepolisian menduga mayat bocah perempuan dalam koper di Cakung, Jakarta Timur, berasal dari kalangan menengah ke bawah. Polisi fokus menyebar sketsa wajah korban di pemukiman kumuh.

"Bisa dilihat dari anting-anting yang dipakainya itu jarum pentul. Baju-bajunya juga bukan baju bermerek," kata Kasi Humas Polsek Cakung, Ipda Sutrisno, saat ditemui di Polsek Cakung, Selasa (17/10).

"Makanya, kita fokuskan penyebaran pampflet di tempat-tempat kumuh dan keramaian dan titik dimana banyak terdapat anak jalanan," lanjut Sutrisno.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan dia, anggota Polsek Cakung menyebar sketsa wajah bocah yang ditemukan tewas mengenaskan itu seperti di Terminal Bus Pulogadung, Rawamangun, Pospol Pondok Kopi, Kelapa Gading, Pospol Pemuda, Pasar Klender, dan Stasiun Pondok Kopi.

Sutrisno belum dapat memastikan ada atau tidaknya kaitan antara mayat bocah dalam koper dengan mayat perempuan yang ditemukan dalam kardus TV di Koja, Jakarta Utara, sehari sebelumnya.

"Belum ada hasil tes DNA. Kemungkinan kalau sudah keluar baru bisa diketahui apakah ada kaitannya dengan korban di Jakarta Utara," jelasnya.

Sutrisno mengaku belum tahu sampel pembanding apa yang digunakan tim forensik dalam otopsi jasad bocah naas tersebut mengingat tubuh sang bocah sudah dalam kondisi pembusukan dan mulai mengeluarkan cairan dari dalam tubuh saat ditemukan.

Ketika ditanya apakah ada kesamaan modus pelaku pembunuhan bocah dalam koper dengan pelaku pembunuhan perempuan yang ditemukan dalam TV, Sutrisno menyebutkan bisa saja ada kesamaan pelaku.

"Kemungkinan pelakunya sama ada. Sama-sama ditemukan dalam wadah dan barang-barang yang kemungkinan membuat bingung penyidik ada di setiap wadah. Ada juga kain-kain yang digunakan untuk menutup korban," katanya.

Di dalam kardus yang menjadi tempat penyimpanan mayat, polisi menemukan foto anak laki-laki. Sementara di dalam koper tempat jasad bocah perempuan ditemukan terdapat kartu nama.

"Setelah diselidiki, kartu nama atas nama Syarifudin itu adalah sales yg sudah berhenti bekerja Maret kemarin dan tidak kenal dengan korban yang ada di sketsa," jelas Sutrisno.

Kartu nama itu, imbuhnya, kemungkinan didapat pelaku karena saat dia bekerja banyak membagikan kartu nama.

Pengamatan detikcom di lokasi temuan jasad bocah dalam koper, pelaku terbilang nekat karena membuang jasad tersebut di sebuah lahan kosong dekat jalan yang selalu ramai dilalui kendaraan dan dibuang sore hari.

Terlebih, mayat yang mengalami pembusukan dan mulai mengeluarkan cairan dalam tubuhnya akan mudah tercium siapa saja yang berada di dekat koper. Apalagi cairan tubuh mulai merembesi koper tersebut.

"Ada dugaan pelaku tidak jauh dari lokasi temuan?" tanya detikcom.

"Kita fokus dulu ke identitas korban, bukan pelaku," kata Sutrisno.

Adapun ciri-ciri mayat bocah dalam koper berdasarkan sketsa yang disebarkan polisi, wajah bundar, memakai anting-anting jarum pentul pink, usia sekitar 5 sampai 9 tahun, gigi atas jarang-jarang dan kropos, tinggi badan 105 centimeter.

(ahy/aan)


Berita Terkait