"Kita minta bantuan Kopassus untuk patroli. Jadi bisa menjangkau daerah yang sulit," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (18/10/2011).
Mabes Polri telah membentuk tim untuk menyelidiki penembakan misterius yang menewaskan 3 orang di Kawasan PT Freeport, Mimika, Papua. Tim ini dikawal oleh Pasukan Brimob.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anton berharap polisi bisa segera menangkap pelaku penembakan. "Masih lidik, semoga cepat tertangkap," harapnya.
Sementara untuk unjuk rasa karyawan di PT Freeport, Anton berharap ada upaya-upaya persuasif antara dua pihak. Polri pun akan melakukan pengamanan untuk pengiriman obat-obatan dan bahan makanan di daerah yang dikabarkan diblokir pengunjuk rasa.
"Jelas kita akan bantu," tutupnya.
Sebelumnya, Insiden penembakan misterius kembali terjadi di kawasan PT Freeport, Mimika, Papua. Akibat penembakan ini, 3 karyawan tewas sementara dua lainnya luka-luka.
"Pada pukul 15.40 waktu setempat, Jumat, 14 Oktober 2011, kami menerima laporan terjadinya penembakan di area Tanggul Timur di bagian dataran rendah wilayah kerja PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika, Papua. Lokasi terjadinya insiden sama dengan lokasi terjadinya penembakan pada 7 April 2011," kata Juru Bicara PT Freeport Ramdani Sirait dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Sabtu (15/10) lalu.
(rdf/gun)










































