Djan tiba di ruang medical check up RSPAD Gatot Soebroto, Jl Abdurrahman Saleh, Jakarta Pusat, Selasa (18/10/2011), pukul 07.15 WIB. Dia mengenakan batik bermotif hijau.
Lima jam kemudian, muncul calon Kepala BIN Letjen Marciano Norman. Dia menjelaskan hasil pemeriksaan, mulai dari awal hingga akhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitupun juga dengan calon Menkum HAM Amir Syamsuddin dan calon MenPAN dan reformasi birokrasi Azwar Abubakar. Keduanya memberi penjelasan tentang penyakit dan saran medis dari dokter.
Khusus untuk Djan, tak ada informasi soal kepulangannya. Saat para jurnalis mencari keberadaannya, salah seorang suster di RSPAD menyatakan, ketua PBNU DKI jakarta itu sudah selesai diperiksa.
Mobil Lexus hitam bernopol B 42 DPD milik pengusaha Tanah Abang itu pun menghilang dari parkiran. "Tadi pas wawancara yang lain, dia keluar," ujar salah seorang suster.
Para wartawan memang sangat ingin mewawancarai Djan lantaran sosoknya tengah disorot. Dia diketahui menjadi pemilik gedung DPP Demokrat di Jl Kramat Raya. Selain itu, kantor harian Setgab di Jl Dipenogoro, Menteng pun dikabarkan milik Djan.
Tentu saja, spekulasi bermunculan. Apakah ada kaitannya pengangkatan Djan sebagai menteri dan fasilitas-fasilitas terhadap Partai Demokrat itu?
Sayangnya, Djan tidak bisa dimintai konfirmasi hingga saat ini.
(mad/gun)











































