"Peluang membesar signifikan. Siapa pun tahu Djan Farid calon yang paling masif pengaruhnya. Posisi beliau di PWNU dan pagi-pagi beliau sudah didukung lima parpol," kata Tantowi yang merupakan anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/10/2011).
Meski peluang membesar, kata Tantowi, persaingan menjadi Gubernur DKI tetap sulit. Dia mengakui, melawan incumbent dalam pilkada mana pun bukah hal yang mudah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, lanjutnya, calon independen seperti Faisal Basri juga tidak bisa dianggap remeh. "Tidak menutup kemungkinan pesaing juga akan datang dari calon yang didukung parpol, yang sebelumnya mendukung Djan Farid," ujarnya.
Tantowi mengatakan, calon gubernur definitif dari Golkar akan ditentukan November mendatang. Dia yakin DPD DKI dan DPP Partai Golkar akan obyketif dalam memilih kadernya yang dicalonkan menuju DKI-1.
"Pak Ical itu sangat obyektif, itu yang membuat bisnisnya bisa seperti sekarang dan itu yang diterapkan di Golkar saat ini," kata Tantowi saat ditanya soal keinginan maju besan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, Prya Ramadhani, dalam Pilkada DKI tahun depan.
(nal/nal)










































