"Bapak pengemudi bagian (unit kerja-red) apa?" tanya detikcom saat berjumpa dengan pria 42 tahun itu di lift Kantor Misi Haji Indonesia di Madinah.
"Pengemudi sesat," jawab Oman sembari tersenyum ramah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Kantor Misi Haji Indonesia tugas Oman adalah mengantarkan jamaah tersesat jalan, yang kebingungan kembali ke pondokan setelah salat di Masjid Nabawi. "Sehari saya bisa antar jamaah 20 orang, kadang lebih," ujarnya.
Hari Sabtu malam, Oman mengantar Hasanah yang, entah karena pikun atau dehidrasi, bicaranya tidak nyambung. Jamaah asal Pandeglang itu kesasar dan akhirnya dibawa orang Arab ke Kantor Misi Haji Indonesia. Tugas Omanlah untuk mengantarnya ke tempat menginapnya di Hotel Amjad.
Sebelum mengantar, Oman meladeninya. Memberinya kopi/teh atau air putih dan memberinya nasi boks karena Hasanah kesasar sejak siang hari.
Setiap Hasanah berbicara tidak jelas, misalnya mencari tasnya yang ada di sisinya, atau bicara soal ambil uang di bank, Oman meladeninya dengan sabar. "Harus pelan-pelan sama jamaah," ujar ayah dua anak ini.
Kebahagiaan Oman adalah ketika jamaah bergembira setelah diantar ke penginapannya, berjumpa kembali dengan rombongannya. "Mereka berterimakasih dengan mendoakan saya, masya Allah," ceritanya.
Setiap ada jamaah tersesat, Oman sesegera mungkin mengantarnya. "Kasihan kalau lama-lama," ujarnya. Alasan Oman wajar, karena jamaah kesasar yang diantarkan ke kantor misi haji seringkali gelisah. Tak jarang mereka menangis atau malah mengamuk. Dan semuanya berusia lanjut, yang sering hanya piawai berbahasa daerahnya.
Sebagai 'pengemudi sesat', Oman harus selalu stand by di kantor misi haji Madinah. "Tidak bisa disuruh ke mana-mana karena jamaah bisa datang kapan saja, sewaktu-waktu," ujarnya.
Jalanan Madinah sudah di luar kepala bagi Oman. Maklum, dia tinggal di Saudi sejak 1993. Kala itu dia bekerja di sebuah keluarga Saudi. Tugasnya adalah mengantar-jemput kedua anak majikannya, Nova dan Muhammad. Belakangan, dia mengadopsi kedua nama itu untuk kedua anaknya di kampung, Nova dan Muhammad.
Majikan Oman sangat baik, sehingga Oman diperkenankan pindah kerja di tempat lain. "Majikan perempuan saya baik sekali, kalau ketemu saya dia suka nangis," kata Oman.
Oman telah 4 kali musim haji menjadi 'pengemudi sesat'. Dan fulus yang dikantonginya tentu saja cukup untuk menghidupi anak-istrinya di Purwakarta.
(nrl/vit)











































