Namun ia menegaskan dinamika internal di PKS masih dlaam tahap wajar. Meskipun ada sejumlah kalangan yang ingin PKS keluar koalisi.
"Sebenarnya tidak ada perpecahan tapi kebebasan memberikan pendapat, saya pikir partai-partai itu kan semua anggota berpeluang untuk memberikan pendapat," ujar Salim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isu gencar memang internal PKS terpecah kongsi. Sumber di internal PKS menyebut Sekjen PKS Anis Matta ingin membawa PKS keluar koalisi, sementara kubu Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq masih mencoba bertahan di koalisi.
Presiden SBY pun menurut sumber sudah meminta PKS secara khusus menegur Anis Matta dan Fahri Hamzah yang setia di tangan kannya, sama-sama kritis terhadap SBY. Namun hingga kini belum ada konfirmasi dari PKS, hanya ada rencana penggusuran Fahri dari Komisi XI DPR.
Karena sikap keras elit PKS ini, gencar isu PKS akan kehilangan Menristek. Salim membenarkan isu tersebut beredar di internal PKS.
Namun menurut Salim, pada saatnya kader PKS akan tetap komitmen dengan keputusan bersama. Keputusan akan diambil setelah reshuffle diumumkan.
"Tapi kalau nanti diputuskan suara terbanyak semuanya harus taat," tandasnya.
(van/gun)











































