Kerry Tuding Bush Telah Menyesatkan AS Soal Irak
Senin, 12 Jul 2004 12:25 WIB
Jakarta - Invasi ke Irak dijadikan senjata bagi kubu Demokrat untuk menyerang Presiden AS George W Bush dalam masa kampanye kepresidenan. Kandidat Demokrat, John Kerry dan John Edwards menuding Bush telah menyesatkan bangsa AS soal Irak dan menyalahgunakan kekuasaan.Menurut rival utama Bush itu, kebijakan luar negeri Bush mungkin telah meningkatkan prospek serangan teroris domestik. "Dia (Bush) sudah pasti telah menyesatkan Amerika tentang perkembangan nuklir Irak," cetus Senator Kerry."Dan dia menyesatkan Amerika tentang jenis senjata yang ada di sana, dan dia menyesatkan Amerika tentang bagaimana dia akan bertindak menggunakan kekuasaan yang diberikan padanya," imbuh Kerry seperti dilansir AFP, Senin (12/7/2004). Komentar kubu Demokrat ini disampaikan menyusul publikasi laporan komite Senat yang mengritik laporan intelijen yang digunakan sebelum invasi ke Irak. Menurut Kerry, isu Irak telah menimbulkan kesinisan pemuda-pemuda AS akan pemerintah, serta kurangnya kepercayaan akan otoritas. Dan semua ini merupakan tanggung jawab Gedung Putih.Kerry menambahkan bahwa Bush tidak punya rencana untuk memenangkan perdamaian. "Dan para prajurit kehilangan nyawa mereka karena mereka (Gedung Putih) keliru. Dan Amerika harus membayar miliaran dolar karena mereka keliru, dan sekutu-sekutu tidak bersama kita karena mereka keliru," tandas Kerry.Namun juru bicara kampanye Bush, Steve Schmidt, mengabaikan kritikan Demokrat tersebut. Menurutnya, Senator Kerry pada awalnya pernah menjadi pendukung perang Irak. "Posisi Senator Kerry atas perang ini telah berubah hampir setiap minggu," tutur Schmidt. "Dia memilih setuju pada perang, yang menyatakan ada koneksi antara Saddam Hussein dan para teroris. Kurang dari setahun kemudian dia menjadi kandidat antiperang," imbuhnya.
(ita/)











































