Keluarga Satinah mengeluhkan lambannya penanganan pemerintah dalam mengurusi warga negaranya yang terancam hukuman mati.
Anak Satinah, Nur Afriani dan kakak kandung Satinah, Pairi, tiba didampingi Migrant Care di Kantor Ombudsman, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (18/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baru-baru ini saja Kemenlu melaporkan kembali mengenai perkembangan kasus Satinah. Sayangnya, laporan itu menjadi kabar buruk. Satinah, warga Dusun Mrunten Wetan, Jawa Tengah ini sudah divonis hukuman mati karena membunuh majikannya.
"Kemenlu tiba-tiba kirim surat, kronologisnya, menceritakan soal upaya pemerintah tapi sudah vonis. Kenapa nggak sejak awal sih, baru sibuk justru sudah genting," protes Anis.
"Situasi ini harus ditempatkan sebagai situasi darurat yang mengancam HAM," lanjut dia.
(mok/aan)











































