Pemerintah Belum Fokus Subsidi Dana Kesehatan Rakyat Miskin
Senin, 12 Jul 2004 11:43 WIB
Jakarta -
Menkes Ahmad Sujudi mengeluhkan subsidi dana dari pemerintah yang belum terfokus untuk kesehatan masyarakat tidak mampu."Pembiayaan kesehatan di Indonesia masih rendah, yakni sekitar US$ 18 per tahun per orang. Selain itu subsidi dana dari pemerintah belum terfokus untuk masyarakat yang tidak mampu. Sehingga ini melemahkan tingkat kesehatan masyarakat."Demikian disampaikan Sujudi usai mengikuti acara rapat konsultasi teknis program dinas kesehatan masyarakat di Hotel Milenium Jakarta Pusat, Senin (12/7/2004).Pemerintah, lanjut dia, mencoba untuk membentuk sistem jaminan sosial nasional. Jaminan itu mirip seperti asuransi. Bagi masyarakat yang kurang mampu, preminya dibiayai pemerintah. Kalau yang mampu, bayar sendiri.Ditanya rumah sakit mana saja yang bisa memberikan pelayanan seperti itu, Sujudi menghela nafas. "Ya nanti Depkes akan mencoba mensosialisasikan pada rumah sakit-rumah sakit. Tapi kami tidak bisa memaksa," ujarnya.Dia juga mengaku belum ada keputusan mengenai bentuk organisasi yang akan menjalankan jaminan sosial masyarakat tersebut. Apakah pemerintah akan membentuk badan sendiri, maupun bekerja sama dengan swasta."Undang-undangnya masih dibahas. Jadi belum selesai di tingkat DPR. Tapi secepat mungkin selesai," kata Sujudi.Mengenai malaria di Sukabumi, Riau dan Aceh, dituturkan dia, wabah itu sudah dapat ditangani. Sehingga sudah menurun levelnya, tidak lagi berstatus kejadian luar biasa (KLB)."Untuk mencegah agar tidak terjadi KLB yang disebabkan malaria, dibentuk pos malaria desa. Tugasnya untuk melakukan pengawasan terhadap lingkungan di desa setempat," demikian Sujudi.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































