Sebelum akad nikah dimulai, Sultan sudah hadir di dalam Masjid Panepen. Sultan mengenakan busana motif kembang warna hijau dan hitam dengan kain batik serta blangkon motif trumtum.
KPH Yudanegara tiba di Masjid Panepen didampingi KGPH Hadiwinoto, GBPH Prabukusumo dan KPH Wironegara. Yudanegara mengenakan busana warna putih dengan kain motif trumtum. Sedangkan abdi dalem Kaji (penghulu) dipimpin Kanjeng raden Penghulu Dipodiningrat juga tiba lebih dulu sebelum pengantin datang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seusai khutbah nikah, Sultan kemudian menjabat tangan Yudanegara mengucapkan ikrar ijab qabul. Dengan lancar dan singkat, Yudanegara mengucapkan ikrar ijab qabul menggunakan Bahasa Jawa. Adapun mas kawinnya adalah kitab suci Al Quran, seperangkat alat salat dan uang serta perhiasan emas. Namun jumlah emas dan uang yang dimasukkan dalam sebuah kotak dan tidak disebutkan.
Usai buku nikah ditandatangani oleh dua orang saksi, petugas KUA Kecamatan Kraton kemudian menyerahkan dua buku nikah warna hijau dan merah kepada pengantin pria. Yudanegara kemudian melakukan sembah sungkem dengan mencium lulut kanan Sultan.
Setelah prosesi akad nikah selesai, gamelan yang ada di kraton kemudian dibunyikan sebagai tanda telah selesainya acara akad nikah. KPH Yudanegara bersama rombongan kemudian kembali ke Bangsal Kesatriyan untuk mengikuti prosesi panggih yang akan digelar di Bangsal Kencana.
(bgs/lia)











































