Senyum dan Tangis Para Calon Menteri

Senyum dan Tangis Para Calon Menteri

- detikNews
Selasa, 18 Okt 2011 07:23 WIB
Senyum dan Tangis Para Calon Menteri
Jakarta - Drama reshuffle hampir saja usai. Hari ini, Presiden SBY akan mengumumkan para menteri yang akan menggeser atau menggantikan para menteri yang di-reshuffle. 5 Menteri pun telah dipilih kemarin.

Datang ke Istana hampir secara bersamaan, para calon menteri langsung menghadap Presiden. Tak lama setelah menghadap, mereka menggelar jumpa pers untuk memperkenalkan diri. Berbagai ekspresi mereka perlihatkan, mulai biasa-biasa saja, terus tertawa, hingga ada juga yang menangis.

Kepala BKPM Gita Wirjawan, mendapat giliran pertama kali untuk memperkenalkan diri. Dengan terus menebarkan senyum, Gita mengaku menerima jabatan barunya sebagai Menteri Perdagangan dengan senang hati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi dalam pertemuan saya diminta oleh Bapak Presiden dan diberikan tugas yang baru sebagai Menteri Perdagangan dan dengan senang hati saya menerima tugas tersebut," kata Gita yang alumni Harvard University, Amerika Serikat ini.

Amir Syamsuddin, petinggi Partai Demokrat yang juga berprofesi sebagai pengacara dapat giliran kedua. "Sebetulnya masih ada satu tahapan, di mana besok pagi kami menjalani tes kesehatan dan saya belum tahu berlanjut. Saya akan menjadi Menkum HAM," ujar Amir berseri-seri.

"Sekarang saya di DPR Komisi I, saya diminta untuk duduk sebagai MenPAN dan Reformasi Birokrasi," kata Azwar Abubakar, yang merupakan politisi PAN saat memperkenalkan diri setelah Amir.

Azwar pun dengan sumringah menyatakan kebahagiaannya dengan mengucapkan, Alhamdulillah!

Djan Faridz, calon Gubernur DKI Jakarta mengurungkan niatnya lantaran dapat posisi sebagai Menteri Perumahan Rakyat, menggantikan Suharso Manoarfa.

"Saya diberikan tugas oleh Presiden untuk melaksanakan tugas-tugas di Kementerian Perumahan Rakyat," kata Djan.

Letjen Marciano Norman yang mantan Danpaspampres kemudian memperkenalkan diri sebagai Kepala BIN, menggantikan Sutanto.

Drama haru biru ditampilkan oleh Dirut PLN, yang juga bos media Jawa Pos, Dahlan Iskan. Mengenakan kemeja putih, celana bahan warna hitam, dan sepatu kets, pria asal Jawa Timur ini nangis sesegukan.

"Sebetulnya saya menangis dan saya menangis meniggalkan PLN karena saat ini PLN sedang semangat-semangatnya bekerja di PLN," kata Dahlan sambil menahan air mata.

"Saya akan menjabat sebagai Meneg BUMN. Saya akan jalankan tes kesehatan, karena kalian tahu sendiri saya ini orang sakit, saya belum tentu nanti," kata Dahlan.

Usai jumpa pers, Dahlan terus menunduk. Saat ditanya wartawan, apakah dia memiliki ikatan emosional yang kuat dengan PLN, Dahlan dengan terus menangis menganggukkan kepalanya dan berlalu pergi meninggalkan Istana.

Sebelum kelima calon menteri ini jumpa pers, Presiden SBY tiba-tiba juga menggelar jumpa pers. Dia mengumumkan, Menpera Suharso Manoarfa pada 12 Oktober telah mengundurkan diri. Presiden mengabulkan permohonan Manoarfa itu, seraya berharap agar Manoarfa bisa menuntaskan masalah pribadinya dengan baik.

Hari ini, rencananya Presiden SBY akan kembali memanggil para menteri yang akan digeser, atau pun diganti. Siapa-siapa saja mereka, belum dipastikan.

Namun sumber detikcom menyebut, Menakertrans Muhaimin Iskandar dan Menteri PDT Helmy Faishal Zaini dari PKB aman dari pergantian.

Partai Golkar, meski jatahnya tidak dikurangi, namun sebagian menterinya dianggap kurang cakap dalam kinerjanya, sehingga perlu diganti. Ada wajah baru dari Golkar yang akan menghiasi kabinet SBY-Boediono, yaitu Cicip Sutarjo. Politisi yang juga pengusaha properti itu akan menempati posisi Menteri Kelautan dan Perikanan menggeser Fadel Muhammad.

PAN dan PPP sama dengan Golkar, mengalami pergeseran posisi menteri di kabinet. PAN yang sebelumnya memegang kursi menteri Menko Perekonomian, Menteri Kehutanan, dan Menkum HAM mengalami sedikit perubahan. Posisi Menkum HAM yang sebelumnya diduduki Patrialis Akbar dialihkan ke politisi Partai Demokrat, Amir Syamsuddin.

Posisi Menkum HAM ditukar dengan Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi yang diduduki politisi PAN Azwar Abu Bakar. Dua kursi lain milik PAN, Menko Perekonomian dan Menteri Kehutanan juga masih aman dan tetap ditempati Hatta Rajasa dan Zulkifli Hasan.

PPP hanya mengalami pergeseran personel di tubuh Menteri Perumahan Rakyat (Menpera). Seperti didengungkan di banyak media, Suharso Monoarfa akhirnya harus hengkang dari kursi Menpera, karena alasan rumah tangganya. Dia digugat cerai oleh istrinya, Carolina Kaluku karena melakukan poligami. Namun, Suharso memilih mengundurkan diri sebelum pemberhentian itu terjadi.

Partai Demokrat, parpol yang didirikan SBY, juga mengalami pengurangan satu kursi menteri. Sebelumnya pos untuk PD adalah Menteri PAN yang diduduki EE Mangindaan, Menteri Koperasi dan UKM yang diduduki Syarief Hasan, Menteri ESDM yang diduduki Darwin Zahedy Saleh, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) yang diduduki Jero Wacik, dan Menteri Perhubungan yang diduduki Freddy Numberi.

PD kehilangan kursi Menteri PAN dan Menbudpar, namun mendapat 1 kursi baru, yaitu Menteri Hukum dan HAM. Darwin dan Freddy dipastikan tamat, sedangkan Syarief Hasan masih tetap sebagai Menteri Koperasi dan UKM, Jero Wacik digeser sebagai Menteri ESDM, dan EE Mangindaan digeser sebagai Menteri Perhubungan. Sedangkan kursi Menkum HAM diduduki Amir Syamsuddin.

PKS juga dipastikan akan ada pengurangan satu menteri. Siapa dia? Kita tunggu saja.

(anw/lia)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads