"Feeling saya, akan ada kejutan. Tunggu saja," ujar Wasekjen DPP PD, Ramadhan Pohan, melalui telepon, Jumat (14/10/2011) lalu.
Kejutan yang dia maksud terkait keberadaan empat kader PKS di dalam KIB II. Sedari akhir tahun lalu beredar kencang isu akan ada sanksi bagi PKS yang dinilai tidak serius menunjukkan komitmennya sebagai bagian koalisi pendukung SBY-Boediono bahkan sejak Pilpres 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasca pertemuan antara Presiden SBY dengan seluruh ketua umum partai koalisi pada Kamis pekan lalu, isu berubah. Kuota pos bagi kader PKS dalam KIB II hanya akan berkurang satu kementerian.
Pengurangan itu diperkuat dengan 'fragmen' yang ditampilkan oleh Presiden SBY usai menyampaikan keterangan pers usai pertemuan. Terlihat jelas dia menarik Presiden PKS, Lutfie Hasan Ishak, ke sudut terpisah dari kerumunan ketum parpol lain untuk membicarakan masalah serius.
"PKS sudah confirm akan melepas satu, kementerian sosial," ujar seorang petinggi parpol anggota koalisi.
"Tadi di pertemuan tidak disebut menteri yang dicopot dan dari partai mana. Saya tidak tegang. Jangan berandai-andai, nanti saja kalau sudah kejadian tanyanya," bantah Lutfhie dikonfirmasi isu itu.
Tidak lama setelah Presiden SBY menunjuk 5 orang menteri dan 1 KaBIN, muncul isu baru. Bahwa ada kemungkinan PKS menarik diri sepenuhnya dari Setgab Koalisi.
"Kalau PKS mundur, maka 4 pos kementeriannya akan dibagikan ke parpol lain. Jadi masing-masing akan tambah 1 kementerian," ujar seorang elit politisi koalisi.
Apakah pengurangan kader PKS adalah kejutan yang dimaksud?
(lh/her)











































