357 Sarjana Al-Azhar Kairo Diminta Perangi Korupsi

Laporan dari Kairo

357 Sarjana Al-Azhar Kairo Diminta Perangi Korupsi

- detikNews
Selasa, 18 Okt 2011 05:03 WIB
357 Sarjana Al-Azhar Kairo Diminta Perangi Korupsi
Kairo - Para sarjana baru lulusan Al-Azhar, Kairo, diharapkan mampu memberikan angin segar ke arah perbaikan, terutama dalam memerangi korupsi yang berpotensi meruntuhkan sendi-sendi bangsa.

Demikian Kuasa Usaha Ad-interim (KUAI) KBRI Kairo Burhanuddin Badruzzaman dalam sambutan wisuda 357 sarjana Universitas Al-Azhar dari Indonesia di Auditorium Andalus, Azhar Conference Center (ACC), Nasr City, Kairo (16/10/2011).

"Para alumni Al-Azhar agar tidak berpuas diri dengan prestasi yang diraih, karena kesuksesan studi di Mesir belum tentu membawa kesuksesan di tanah air," pesan KUAI,seperti disampaikan Konselor Pensosbud Iwan Wijaya Mulyatno kepada detikcom, Senin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasalnya, lanjut KUAI, dalam menghadapi kondisi riil permasalahan di tanah air dibutuhkan usaha ekstra keras dan itu merupakan tantangan bagi para Azhari (sebutan untuk para lulusan Al-Azhar, red).

Sementara itu, Rektor Universitas Al-Azhar Prof. Dr. Usamah El-Abd, menekankan bahwa alumni Al-Azhar merupakan duta perdamaian, duta kasih-sayang, dan duta aliran moderat, sehingga perlu menebarkan nilai-nilai tersebut sekembalinya ke tanah air.

Rektor juga menegaskan bahwa jika Ka'bah adalah kiblat shalat, maka al-Azhar adalah kiblat ilmu- ilmu keislaman. "Dengan ini, tepatlah jalan yang ditempuh oleh mahasiswa Indonesia untuk memperoleh ilmu agama Islam dari sumbernya yang benar," tandas Prof. El-Abd.

Menurut Atase Pendidikan KBRI Prof. Dr. Sangidu, acara wisuda paling besar dan paling terkoordinir dengan baik baru kali ini diselenggarakan atas kerjasama KBRI dengan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI).

"Biasanya, acara wisuda dilaksanakan secara sederhana," terang Prof. Sangidu, yang juga diamini oleh Presiden PPMI Abu Nashor Al-Bukhari dan beberapa mahasiswa yang hadir dalam acara wisuda.

Bukan Tradisi Al-Azhar

Tidak seperti galibnya, Universitas Al-Azhar, Kairo, dalam tradisinya tidak pernah menggelar wisuda untuk para lulusannya.

Diduga sebabnya karena begitu banyaknya jumlah mahasiswa dari seluruh dunia menimba ilmu di Universitas Al-Azhar, sehingga kegiatan semacam itu akan menambah beban kesibukan ekstra bagi pihak universitas.

Melihat kondisi demikian, KUAI menginisiasi untuk menyelenggarakan wisuda bagi para sarjana baru Indonesia lulusan Al-Alzhar. Inisiatif ini selanjutnya dimaterialisasikan oleh Atase Pendididikan Nasional Prof Dr. Sangidu, M. Hum., dengan melibatkan PPMI.

Sebanyak 16 lulusan S2 dan S3 dari Filipina, Jibouti, Sri Lanka dan Nigeria juga ikut bergembira diwisuda bersama 357 sarjana dari Indonesia. Mereka dari Fakultas Ushuluddin, Syariah, Bahasa dan Sastra Arab, Studi Islam, dan Dakwah.

Tercatat 47 lulusan berpredikat Jayyid Jiddan (sangat memuaskan) dan Mumtaz (cum laude, istimewa) mendapat penghargaan dalam wisuda tersebut. Lulus predikat cum laude itu diraih Bangun Pristiwati Zahro dari Kediri, Jawa Timur.

Berbeda umumnya wisudawan memakai jubah dan toga, wisudawan Universitas Al-Azhar mengenakan jubah dan penutup kepala ala Al-Azhar dengan ciri khas warna merah di bagian tengah-atasnya.

Acara wisuda dihadiri KUAI KBRI Kairo dan staf, Rektor Universitas Al-Azhar Prof. Dr. Usamah el- Abd, Dekan dan Ketua Jurusan, Atase Pendidikan KBRI Kairo Prof Dr. Sangidu, M. Hum, Dubes Malaysia dan Dubes Myanmar untuk Mesir, beberapa utusan perwakilan negara-negara ASEAN di Mesir dan masyarakat Indonesia di Kairo.
(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads