Kejadian tersebut terjadi bersamaan dengan hujan deras yang turun sejak pukul 16.00 WIB. Namun sekitar pukul 17.00 WIB, tiba-tiba saja warga dikagetkan dengan suara gemuruh yang ternyata angin puting beliung.
"Waktu itu hujan deras disertai angin kencang. Anginnya muter-muter gitu. Saya langsung bawa anak keluar rumah sambil lari," cerita seorang warga Yanti, yang ditemui di lokasi, Senin (17/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita panik dan berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri karena takut terkena reruntuhan genteng," tambahnya.
Angin bertiup kencang lebih kurang 15 menit. Tidak hanya merobohkan satu rumah, peristiwa ini merusak atap 3 Madrasah yang ada di sekitar lokasi.
Selain itu kejadian ini juga menyebabkan seorang anak bernama Daus (12) menjadi korban reruntuhan genteng. Daus mengalami luka ringan di bagian kepala dan tangan karena tertimpa reruntuhan atap rumahnya. Saat kejadian Daus sedang berada di dalam kamar.
Barang-barang elektronik maupun perabot milik warga juga mengalami kerusakan. Mereka yang rumahnya kini tidak beratap telah mengungsi ke masjid yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Tim Tagana dan TNI juga sudah tiba di lokasi memberikan bantuan.
Angin kencang disertai hujan deras yang melanda Bogor sejak sore tadi ternyata juga merobohkan banyak papan reklame yang berada di sepanjang jalan Puncak-Cipayung.
(lia/her)











































