Djan yang kini masuk ke PPP ini diproyeksikan bakal menggantikan Suharso Monoarfa yang mengundurkan diri karena persoalan pribadi. Djan dipanggil ke Istana Presiden, Senin (17/10/2011).
Nama pria yang kini menjadi anggota DPD ini, sering disebut-sebut saat kasus pemberian nama Buddha Bar mencuat. Saat itu, keberadaan bar yang dibuatnya itu menjadi kontroversial karena namanya dianggap menghina agama Buddha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum berkecimpung di dunia politik, bapak tujuh anak yang juga menjabat sebagai Ketua PW Nahdhatul Ulama DKI Jakarta ini dikenal sebagai pengusaha properti. Baru-baru ini, foto dan nama senator lulusan Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Tarumanegara ini kerap dijumpai di berbagai sudut ibukota sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta.
Pria kelahiran Jakarta, 5 Agustus 1950 itu banyak memberikan kritik kepada Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Mulai dari transportasi hingga tawuran pelajar, Djan memberi komentar pedas. Dalam kampanyenya, Djan selalu berbicara soal penataan Ibukota.
Apakah latar belakang sebagai pengusaha properti bisa membuat Kementerian Perumahan Rakyat lebih baik? Kita tunggu saja gebrakan pria yang menjadi Direktur Utama PT Priamanaya Djan International ini.
(ken/fay)











































