Patrialis mengatakan, ketika dirinya ditelpon oleh Mensesneg Sudi Silalahi pada Minggu (16/10) malam, dia sempat bertanya kepada Sudi apakah ada kesalahan yang dilakukan, sehingga di-reshuffle.
"Kesalahan saya apa Pak Sudi?" tanya Patrialis, ketika diucapkannya kembali kepada wartawan di kantornya Jl Rasuna Said, Jaksel, Senin (17/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar jawaban Sudi, pria asal Padang ini pun merasa lega. Lega karena menurutnya dia dapat menjalankan tugas dan diberhentikan tanpa meninggalkan cacat.
"Kalau begitu syukur kalau begitu. Saya menyelesaikan tugas secara terhormat," tutur Patrialis dengan ekspresi berkaca-kaca.
Meski begitu, Patrialis tetap menghormati pilihan SBY yang memutuskan untuk mencopotnya sebagai Menkum HAM. Menurutnya, apapun alasan SBY, pasti itu yang terbaik.
"Bagi saya SBY adalah pemimpin terbaik saat ini karena beliau bekerjanya luar biasa. Siang malam selalu memberikan arahan pada kami supaya bekerja lebih baik," tutur Patrialis.
Selama 13 menit di-doorstop wartawan yang menanyainya soal reshuffle, ekspresi Patrialis selalu berkaca-kaca. Mengenakan kemeja gelap dengan motif bergaris, dia dengan sabar menjawab satu demi satu pertanyaan wartawan.
Setelah sesi wawancara usai, Patrialis melenggang dengan mobil dinas sedan Camry Royal Saloon bernopol B 1444 RFS, lengkap dengan pengawalan protokoler seperti hari biasa. Berdasarkan informasi Patrialis kembali ke rumah dinasnya di Kartika Chandra untuk mengemas-ngemas barangnya dan dipindah ke kediaman pribadinya di Cipinang Indah, Jakarta Timur.
(fjp/irw)










































