"PLN Riau ini memang aneh, masak karena rumah pejabat lantas dilakukan istimewa. Tidak mendapat pemadaman bergilir yang sudah kita rasakan dalam sepekan ini. Ini benar-benar bentuk diskriminasi nyata yang dilakukan perusahaan negara terhadap rakyat," kata Direktur LSM Lembaga Advokasi Publik, Muhamad Rawa EL Amadi dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (17/10/2011) di Pekanbaru.
Menurut Rawa, masyarakat kecewa dengan sikap pilih kasih PLN. Kawasan Muspida Riau bebas pemadaman bergilir, namun warga sudah sepekan merasakan hal sebaliknya. Seharusnya, pemprov merasakan juga masalah pemadaman ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsumen menurutnya harus mendapatkan kompensasi dari PLN. Urusat defisit daya listrik bukanlah urusan pelanggan, tapi tanggung jawab PLN Riau-Kepri.
"Faktanya sudah sepekan ini kita merasakan pemadaman bergilir minimal 2 jam setiap malam hari," kata Rawa.
Sementara itu, Manajer SDM dan Humas, PLN Wiliyah Riau-Kepri, Suhatman kepada detikcom menepis tudingan tersebut. Menurutnya, semua pelanggan PLN di Pekanbaru mengalami hal yang sama.
"Semuanya kena pemadaman kok," kata Suhatman.
Dia menyebut, awal pekan lalu untuk wilayah Pekanbaru mengalami defisit 39 MW. Ini disebabkan, adanya kekurangan pasokan dari Sumatera Selatan dan Sumatera Barat.
"Kita saat ini hanya defisit sekitar 12 MW karena PLTU Ombilin keluar sistem karena ada pemeliharaan. Diperkirakan 20 Oktober mendatang sudah beroperasi lagi dengan demikian pasokan listrik di Pekanbaru bisa kembali normal," kata Suhatman.
Sebagaimana diketahui, PLN Wilayah Riau tidak melakukan pemadaman bergilir di kawasan JL Diponegoro, Jl Gajah Mada dan Jl Sumatera di Kecamatan Pekanbaru Kota. Karena di kawasan tersebut, terdapat sederatan rumah pejabat Pemprov Riau.
(cha/fay)










































