Gugatan Cerai Jadi Alasan Suharso Mundur dari Menteri Perumahan

Gugatan Cerai Jadi Alasan Suharso Mundur dari Menteri Perumahan

- detikNews
Senin, 17 Okt 2011 16:47 WIB
Jakarta - Suharso Monoarfa mundur dari jabatan Menteri Perumahan Rakyat (Menpera). Salah satu alasannya karena ada wilayah pribadi yang bertabrakan dengan posisinya sebagai pejabat publik. Suharso pun mengambil jalan yang terbaik, mundur dari kabinet.

"Sesungguhnya apa yang saya lakukan ini bukan hal yang luar biasa. Sekali lagi itu bukan sesuatu yang ajaib, itu sesuatu yang biasa saja," kata Suharso dalam jumpa pers di kantornya, Kebayoran Baru, Jaksel, Senin (17/10/2011).

Suharso yang berjas hitam dan celana hitam tampak murah senyum. Sesaat sebelum jumpa pers dia menyapa wartawan dan mengucapkan terima kasih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suharso tengah digugat cerai istrinya Carolina Kaluku. Dia pun mengamini salah satu pertimbangan dia mundur karena urusan pribadi.

"Pertimbangan saya secara garis besar senantiasa sebagai pejabat publik selalu ada relasi yang bertubrukan antara wilayah publik dan privat," terangnya.

Namun, Suharso menjamin dia tetap menjaga integritasnya terkait kasus itu. "Saya klarifikasi dan buktikan integritas saya sebagai muslim, sebagai warga negara sebagai menteri dan kabinet saya tetap menjaga dan memelihara itu semua," terangnya.

Suharso menjelaskan, dia tidak ingin berpolemik soal urusan pribadinya. Dia pun tidak mempersoalkan ketika sejumlah pihak ramai beropini tentang dia.

"Saya menilai sah-sah saja. Namun semuanya itu keliru karena tidak berdasarkan fakta yang berlaku," tuturnya.

Suharso berharap, persoalan ini ke depan bisa menjadi suatu pelajaran untuk dia dan keluarganya. Dia pun mengucapkan terima kasih kepada Presiden SBY yang telah memberikan kesempatan untuknya berkarier di Kabinet Indonesia Bersatu II.

"Untuk mengatasi problema kesejahteraan rakyat dalam bidang perumahan dan saya juga berterima kasih karena presiden menghargai keputusan saya, dan bapak presiden mau menghargai kemunduran saya. Ini adalah kesempatan emas yang diberikan beliau kepada saya," urainya.

Suharso juga mengungkapkan, sebenarnya sudah sejak lama dia ingin mundur, tetapi partai tempat dia bernaung PPP melarangnya. "Sebenarnya inginnya sudah lama tapi partai saya tidak ingin lakukan itu. Ketika waktunya tepat saya mencoba mengajukan tetap dicegah, akhirnya diajukan surat itu. Surat di mana saya ajukan 5 oktober lalu," ungkapnya.

(ndr/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini