"Saya tadi malam pukul 23.30 WIB dikasih tahu oleh pak Sudi Silalahi, dia bilang dengan sangat berat harus menyampaikan kepada saya, dia bilang saya termasuk menteri yang selesai melaksanakan tugas," tutur Patrialis dengan ekspresi berkaca-kaca kepada wartawan di kantor Kemenkum HAM, Jl Rasuna Said, Jaksel, Senin (17/10/2011).
Pria dari Padang ini mengkisahkan, perbicangannya dengan Sudi melalui telepon penuh dengan suasana haru. Namun, Patrialis dapat menerimanya dengan lapang dada, sehingga suasana kaku dapat mencair.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan anggota DPR dari Fraksi PAN ini pun sama sekali tak bersikap defensif ketika Sudi memberitahukan mengenai pemberhentian dirinya ini. Malahan dia mengucapkan terima kasih kepada Presiden SBY yang telah memberinya kepercayaan selama dua tahun sebagai Menkum HAM.
"Saya baca bismillah, saya terima. Dan saya sampaikan salam hormat kepada presiden. Tentu dua tahun ini kan saya dipercaya presiden dan saya sampaikan terima kasih kepada beliau," terang Patrialis yang didampingi oleh sejumlah jajaran pegawai Kemenkum HAM ketika berbicara dengan wartawan.
Selama 13 menit di-doorstop wartawan yang menanyainya soal reshuffle, ekspresi Patrialis selalu berkaca-kaca. Mengenakan kemeja gelap dengan motif bergaris, dia dengan sabar menjawab satu demi satu pertanyaan wartawan.
Setelah sesi wawancara usai, Patrialis melenggang dengan mobil dinas sedan Camry Royal Saloon bernopol B 1444 RFS, lengkap dengan pengawalan protokoler seperti hari biasa. Berdasarkan informasi Patrialis, kembali ke rumah dinasnya di Kartika Chandra untuk mengemas-ngemas barangnya dan dipindah ke kediaman pribadinya di Cipinang Indah, Jakarta Timur.
(fjp/irw)











































