"Anak saya stress. Dulu dia periang, kini murung. Claudia stress berat," kata Joshua di depan ketua majelis hakim, M. Ali di PN Jakpus, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Senin, (17/10/2011).
Selepas suami Claudia, Yahya, meninggalkan keluarga, perekonomian Claudia limbung. Apalagi mereka mempunyai 2 anak yang sedang tumbuh besar. "Terpaksa saya ikut banting tulang buat menambah biaya hidup anak saya. Saya kasihan dengan Claudia, pulang malam, harus banting tulang bekerja," ungkap Joshua yang telah menginjak usia kepala enam ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia menceritakan semua ke keluarga karena sudah tidak kuat menahan beban. Ini sangat berat," tutur Joshua.
Perubahan tersebut terutama saat Claudia mendapat perlakuan kasar dari suaminya. Usai tindakan kekerasan fisik, Yahya kabur dari rumah dan tidak memenuhi tanggungjawabnya selaku suami. Dirinya juga membantah tuduhan yang dilontarkan Mimi yang menyatakan Claudia menyebar fitnah ke RS tempat Mimi bekerja.
"Waktu itu, dia telpon ke RS lewat operator. Lalu disambungkan ke bagian klinik. Tapi Mimi tidak ada ditempat jadi Claudia meninggalkan pesan bahwa Cluadia menghubunginya," kata Joshua bersaksi.
Namun versi Mimi, dalam percakapan tersebut, Claudia menyebar isu kalau Mimi berhubungan suami istri dengan Yahya di ruang 2702. Ruang tersebut merupakan ruang istirahat para dokter yang berisi meja makan, televisi dan ranjang kecil. Pintu tidak bisa terkunci dan semua orang bisa keluar masuk ruang tersebut dengan bebas. " Anak saya telepon untuk minta klarifikasi masalah tersebut ke Mimi," tutup Joshua menyudahi kesaksian tanpa sumpah ini.
(nal/nal)