Presiden Rapat Soal Gula
Senin, 12 Jul 2004 10:22 WIB
Jakarta - Pasca meledaknya berita penyelundupan gula impor, Presiden Megawati untuk pertama kalinya memimpin rapat terbatas khusus membahas gula di Istana Negara, Jl.Veteran, Jakpus, Senin (12/7/2004).Rapat yang digelar 10.30 WIB itu hanya dihadiri sejumlah menteri terkait. Belum diketahui rincian materi rapat tersebut.Seperti diketahui, bulan lalu Menperindag Rini Soewandi menemukan timbunan lebih 50 ribu ton gula impor yang dikatakannya ilegal. Namun kasus itu malah dikait-kaitkan dengan dirinya sebab sejumlah pengimpor menyebut impor itu atas seizin Rini.Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) AM Anum Sabil telah melaporkan kasus gula impor ilegal 56.862 ton yang masuk melalui pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Akibat kasus gula impor ilegal ini, kata Anum Sabil, membuat negara mengalami kerugian mencapai Rp 55,7 miliar, bea masuk Rp 39,8 miliar, pajak pertambahan nilai Rp 12,7 miliar, dan pajak penghasilan Rp3,2 miliar. Disamping itu , efek kasus tersebut menyebabkan jatuhnya harga gula lokal hingga jauh di bawah biaya produksi dan kondisi ini sangat merugikan petani tebu dan industri gula nasional."Kami tidak tahu lagi ke mana mencari keadilan dan penegakan hukum dan berharap agar KPK memanggil dan memeriksa sejumlah pejabat antara lain Dirjen Bea Cukai Eddy Abdurrahman, pejabat Inkud, pihak PT Phoenix Commodities, PT Sucofindo, dan PT Perkebunan Nusantara X terkait dengan kasus tersebut, "katanya akhir bulan lalu.Belakangan, jumlah gula impor ilegal itu melonjak jadi 73 ribu ton. Mabes Polri telah menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus itu. Hari ini bahkan menjadwalkan Ketua umum Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) Nurdin Halid sebagai saksi dan memeriksa Menperindag jika diperlukan.
(nrl/)











































