"Kita ingin sesuai nota politik, PKS dengan 4 menterinya hingga 2014. Kontrak politik itu ditandatangani Ustadz Hilmi Aminuddin dan Pak SBY," kata Hidayat saat dihubungi detikcom, Senin (17/10/2011).
Hidayat menjelaskan, secara resmi Presiden SBY belum menyampaikan bagaimana reshuffle berimbas kepada kader-kader PKS. Jadi belum ada sikap resmi apakah menteri PKS berkurang satu.
"Pak SBY sosok rasional, kita berharap sesuai nota politik semua ditempuh dengan cara konsolidasi dan khusnul khotimah, mengacu pada kebersamaan dan elegan, saling menjaga dan memahami kesepakatan. Bahwa beliau punya hak prerogatif kita hormati, namun hak itu juga dituangkan dengan menandatangani kontrak," terangnya.
PKS masih menunggu pengumuman SBY terkait reshuffle. Setelah pengumuman pada Selasa (18/10) pukul 20.00 WIB, baru Majelis Syuro akan bersidang untuk bersikap terkait reshuffle, apakah bertahan atau tidak dengan koalisi.
"Kita mementingkan kepentingan nasional. Tapi tentu kita partai yang mempunyai harkat dan martabat," tuturnya.
Informasi yang beredar, kursi Menristek yang dijabat kader PKS Suharna Surapranata akan hilang. Bila benar terjadi, kursi PKS di kabinet menyisakan 3 pos yakni Mensos yang dijabat Salim Segaf, Menkominfo Tifatul Sembiring, dan Mentan Suswono.
(ndr/vit)











































