Asyik Telepon, Spion Harrier Milik Pengusaha Sri Dicongkel

Asyik Telepon, Spion Harrier Milik Pengusaha Sri Dicongkel

- detikNews
Senin, 17 Okt 2011 15:32 WIB
Jakarta - Sri terpaksa gigit jari sudah 4 kali spion mobil Toyota Harrier miliknya dicongkel penjahat jalanan. Terakhir saat Sri asyik telepon, spionnya dicongkel seorang pemuda di Jati Baru, Jakarta Pusat.

Sri menceritakan peristiwa tersebut berawal saat dirinya hendak menuju Plasa Semanggi pada Sabtu 15 Oktober 2011 pukul 11.45 WIB. Sri mengemudikan mobilnya dari arah Cideng, Jakarta Pusat.

"Hari Sabtu itu, saya dari Cideng mau ke Plasa Semanggi. Saya lalu belok kiri ke arah Jati baru, mau ke kanan ke arah Thamrin. Nah kejadiannya pas di lampu merah di Jati Baru itu," kata Sri usai melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (17/10/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setibanya di lampu merah Thamrin, Sri menghentikan mobilnya berwarna abu-abu metalik ini. Sri lalu menggunakan telepon genggam dan berkomunikasi dengan seseorang rekannya.

"Saya curiga, dari pas saya telepon itu, ada orang mempehatikan saya terus," ujarnya.

Menurut dia, pelaku masih muda dan mengenakan baju serta celana warna krem.

Melihat gelagat mencurigakan, Sri kemudian menghentikan percakapan di telepon genggamnya dan memasukkan handphonenya ke tasnya. "Dia kemudian muterin mobil saya dan tiba-tiba mematahkan spion kiri mobil saya," kata Sri.

Sri mengatakan pelaku melarikan diri ke arah Tanah Abang, Jakarta Pusat. "Nggak ada polisi satu pun yang jaga di lampu merah itu," kata dia.

Sri mengungkapkan, kejadian itu bukan pertama kalinya dialaminya. "Saya sudah berulang kali kena. Di depan kuburan Pejompongan dan depan Taman Anggrek. Ini yang keempat kalinya," ujar dia.

Kejadian di Pejompongan, terjadi saat Sri tengah terjebak macet di depan tanah kosong. Sementara yang di depan Taman Anggrek, pelaku juga membawa kabur spion mobil sama miliknya.

"Di depan Taman Anggrek selalu lagi macet. Di depan Taman Anggrek, saya dirempug empat orang. Mereka lari ke arah jembatan," jelas wanita berparas cantik itu.

"Teman-teman saya juga sering kena di situ," lanjut dia.

Ia berharap, polisi segera menindak tegas kasusnya itu. Ia juga berharap agar polisi bersiaga di lokasi. "Harapan saya, polisi bertindak. Jangan hanya nilangin yang 3 in 1 saja, tapi berjaga juga di lokasi," kata dia.

Dari kasus-kasus sebelumnya, pelaku pencongkelan spion memang menyasar mobil-mobil mewah seperti Toyota Harrier dan Alphard karena nilai jualnya tinggi. Harga untuk sepasang spion Toyota Alhpard saja mencapai Rp 12 juta.

(mei/aan)


Berita Terkait