"Tanpa wakil menteri yang cukup banyak saja sudah makin senang berenang. Saya khawatir dengan ditambah wakil menteri itu jangan-jangan malah makin senang berenang," kata mantan Ketum PAN Amien Rais saat Grand Launching dan Seminar Nasional Program Studi Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, kepada wartawan, Senin (17/10/2011).
Amien juga tidak tahu mengapa reshuffle yang seharusnya untuk mengganti para menteri-menteri yang kurang baik, tapi kemudian malah menambah wakil menteri yang sangat banyak.
"Ini merupakan pertaruhan luar biasa SBY. Saya kira ini bertentangan dengan opini publik. Kita itu mintanya kabinet yang ramping, yang efisien, yang produktif. Dengan kabinet seperti ini mungkin tidak efisien dan juga tidak produktif," jelasnya.
Dia mengingatkan, siapapun nanti orangnya yang berada di dalam kabinet, harus profesional walaupun orang tersebut dari partai politik.
"Yang terpenting orangnya. Dari parpol atau bukan yang penting profesional," sambil mencontohkan beberapa tokoh parpol yang dianggap profesional dengan memisahkan kepentingan politik dan bangsa.
(fay/fay)











































