Bila benar reshuffle menggerus kursi mereka di kabinet, ada kader yang meminta PKS keluar dari koalisi. Namun ada juga yang memilih bertahan, dengan alasan 3 menteri asal maksimal bisa memberi sumbangsih untuk bangsa. Siapa kuat?
"Ini sama kuat, imbang," kata Sekretaris FPKS Abdul Hakim saat dihubungi detikcom, Senin (17/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abdul Hakim menjelaskan, pihak yang ingin keluar dan bertahan di koalisi masing-masing memiliki alasan. Yang ingin keluar berlandaskan kontrak politik bahwa PKS memiliki 4 kursi. Sedang yang memilih bertahan beralasan 3 menteri bisa diterima asalkan tetap bisa memberi sumbangsih untuk negara. Disebut-sebut kubu yang ingin keluar dari koalisi diwakili Sekjen PKS Anis Matta, sedang yang bertahan diwakili eks Presiden PKS Tifatul Sembiring.
"Keputusannya nanti setelah reshuffle diumumkan. Majelis Syuro PKS akan rapat dan memutuskan. Ada 99 anggota yang akan bermusyawarah," jelasnya.
Namun Abdul Hakim menegaskan FPKS belum menerima kabar resmi terkait kemungkinan kursinya di kabinet hilang satu. "Kita belum dapat bocoran dari Cikeas, belum ada berita resmi soal itu," imbuh Abdul Hakim.
(ndr/vit)










































