"Tidak ada isu (pencaplokan wilayah) sebagaimana dijelaskan tadi. Kami di Malaysia tidak ada soal dalam koran pun. Laporannya pun dari Jakarta, kami tidak ada pembahasan soal itu. Kami kepala dingin berlapang dada," ujar Menhan Malaysia Datok Sri Ahmad Zahid Hamidi dalam jumpa pers di Hotel Grand Hyatt, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (17/11/2011).
Hamidi mengatakan tidak ada perubahan apapun yang terjadi di perbatasan. Pengamanan wilayah perbatasan masih dilakukan antara Indonesia dan Malaysia dengan patroli bersama. Malaysia merasa tidak ada yang harus diklarifikasi soal isu pencaplokan wilayah ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu anggota Komisi II DPR, Ramadan Pohan menjelaskan hal serupa. Dalam kunjungan selama tiga hari sejak Jumat hingga Minggu kemarin ke Camar Bulan dan Tanjung Datu, Komisi II memastikan tidak ada pencaplokan wilayah.
Selain itu, tidak ada patok yang bergeser dan tidak ada tentara Malaysia di wilayah yang menjadi bagian Indonesia. Patok yang dilihat langsung oleh Komisi II masih sesuai berdasarkan MoU 1978.
"Tidak ada yang bergeser. Tidak ada pencaplokan wilayah. Kami melihat sendiri," terang Ramadhan.
Mengenai kabar dibangunnya lokasi wisata di Tanjung Datu oleh Malaysia, Ramadhan menyebutkan hal itu merupakan hak Malaysia. Dia menjelaskan, wilayah Tanjung Dato terbagi dua. Ada wilayah Malaysia dan ada wilayah Indonesia.
"Tanjung Datu itu terbagi dua yang dibangun (lokasi wisata) adalah di wilayah Malaysia. Patok-patok bukan dibikin Malaysia tapi dibangun oleh Indonesia dan Malaysia," jelas Ramadhan.
(rdf/gun)











































