"Monas perlu ditata, sudah terlampau bebas dan semrawut kaya pasar malam. Monas harus ditata ulang, kesan sebagai tempat rekreasi harus dikembalikan," ujar Ketua Forum Warga Jakarta Azas Tigor Nainggolan saat dihubungi detikcom, Senin (17/11/2011).
Azas mengaku prihatin melihat Monas sekarang ini, dimana pedagang kaki lima bebas keluar masuk, kendaraan bisa masuk lalu melintas seenaknya. Kondisi ini jelas menciptakan rasa tidak nyaman, ditambah para penjahat yang selalu mengintai setiap saat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama Azas melihat sistem keamanan di Monas masih jauh yang diharapkan. Kedua, jumlah posko dan petugas yang berjaga sangat minim sehingga masyarakat kesulitan melapor jika menjadi korban kejahatan. Selanjutnya harus ada sinergitas antara Satpol PP dan kepolisian.
"Seharusnya posko keamanan ditambah ini memudahkan masyarakat melapor," saran Azas.
Pada Minggu 16 Oktober terjadi kasus penipuan disertai dengan pencurian di Monas. Kala itu, sejumlah anak yang sedang bermain bola, diajak pergi oleh sepasang pria dan wanita. Setelah itu ponsel mereka diambil dan mereka ditinggal di tempat yang terpisah. Kasus ini sudah dilaporkan oleh 4 ABG yang jadi korban ke Polres Metro Jakarta Pusat.
(did/van)











































