"Seharusnya SBY tidak perlu gamang untuk melakukan reshuffle. Menteri yang kinerjanya tidak mendukung kinerja kabinet sudah sewajarnya diganti. Tak perlu tersandera oleh parpol pendukung," Sekertaris Fraksi PAN DPR RI Teguh Juwarno kepada detikcom, Senin (17/10/2011).
Alih-alih melakukan reshuffle, SBY justru sibuk mencari wakil menteri. Saat ini sudah 13 orang yang ditunjuk menjadi Wamen. Keputusan itu dinilai Teguh, justru membebani pengeluaran negara dan keberadaan para Wamen dinilai tidak akan efektif dalam meningkatkan kinerja kementrian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kondisi sekarang ini kata Teguh, dibutuhkan ketegasan sikap SBY. "Karena yang dipertaruhkan disini adalah kepemimpinan SBY, beliau yang paling terbebani dengan apapun hasil reshuffle," tandasnya.
Proses perombakan dan penataan ulang Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan. Tapi batas waktu untuk pengumuman susunan baru kabinet tetap pada sebelum 20 Oktober 2011.
"Pengumuman dan pelantikannya tanggal 19 Oktober untuk menteri dan wakil menteri terpilih," kata Jubir Kepresidenan, Julia Aldrin Pasha.
Kepada wartawan di kediaman pribadi Presiden SBY di Cikeas, Bogor, Sabtu (15/10/2011), dia menyatakan dengan demikian batas waktu sebelum 20 Oktober 2011 tetap bisa dipenuhi. Seperti sudah diketahui, itu adalah tanggal saat tepat pemerintahan SBY-Boediono masuki tahun ketiga.
(did/van)











































