"Boediono tidak menjadi gas bagi SBY, tidak seperti Jusuf Kalla di periode sebelumnya," ujar peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Ardian Sopa dalam jumpa pers di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta (Minggu, 16/10).
Menurun Sopa, sifat kepemimpinan Boediono sangat lambat seperti SBY. Alhasil, keduanya sama-sama berperan sebagai 'rem' dalam roda pemerintahan. Akibatnya, publik merasakan berbagai keputusan pemerintah sangat lamban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya, pada survei yang dilakukan LSI kepada 1.200 responden menyatakan masyarakat puas hanya 46,2 persen. Dibidang penegakan hukum, hanya 39,3 persen masyarakat yang menyatakan puas. Bidang politik, kepuasan masyarakat sebanyak 38,4 persen, isu-isu luar negeri khususnya perlindungan TKI sebanyak 44,8 persen puas dan untuk soal isu-isu sosial seperti Ahmadiyah, masyarkat yang menilai puas terbilang diangka 49,9 persen.
Temuan tersebut dilakukan pada 5-10 Oktober ini. Survei dilakukan kepada 1.200 responden dengan metode multi stage random sampling dengan margin error mencapai 2,9 persen. "Lewat metode ini dapat menggambarkan pendapat masyarakat secara umum," tegasnya.
(Ari/did)










































