Anak Polisi Samarinda Tewas Dianiaya

Anak Polisi Samarinda Tewas Dianiaya

- detikNews
Minggu, 16 Okt 2011 20:51 WIB
Samarinda - Ramadhan Suhudin (16), siswa kelas 2 SMA Islam Samarinda, Kalimantan Timur, tewas setelah sebelumnya berada di Mapolresta Samarinda. Diduga kuat Ramadhan telah dianiaya hingga tewas.

Yang mengejutkan, Ramadhan tak lain adalah putra dari Brigadir Suhudin, yang bertugas di Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda. Kabar tewasnya Ramadhan, membuat syok Suhudin dan anggota keluarganya.

Ramadhan diketahui sudah tidak bernyawa, Minggu (16/10/2011) pagi, setelah keluarganya menerima telepon dari salah seorang polisi yang bertugas di Mapolresta Samarinda, Jl Bhayangkara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terima telepon pukul 9 pagi tadi dari anggota Polresta, menanyakan tentang Ramadhan, pernah menderita penyakit serius? Tapi menanyakan itu, saat kondisi Ramadhan tidak bernyawa dan jenazahnya ada di RS Dirgahayu," kata juru bicara keluarga Ramadhan, La Bia, kepada wartawan saat ditemui di Kamar Jenazah RSUD Abdul Wahab Syachranie, Jl Palang Merah, Samarinda, Minggu (16/10/2011) petang WITA.

"Dipastikan, tidak ada Ramadhan itu pernah atau sedang menderita penyakit. Aneh, kemapa petugas bertanya begitu," ujar La Bia heran.

Padahal, sambung La Bia, Ramadhan sebelumnya melakukan kontak terakhir dengan ayahnya, Suhudin, yang sedang bertugas di atas kapal melakukan patroli.

"Ramadhan telpon-telponan dengan Bapaknya sekitar pukul 02.30 WITA dinihari tadi. Saat itu, dalam kondisi sehat walafiat," sebut La Bia.

La Bia menjelaskan, kecurigaan terhadap kematian Ramadhan secara tidak wajar makin menguat setelah melihat langsung kondisi jenazah Ramadhan saat berada di Kamar Jenazah RSUD Abdul Wahab Syachranie, untuk keperluan otopsi.

"Kami lihat ada luka memar di bibir, telinga, mata dan hidung. Aneh, sebelumnya telpon-telponan dengan Bapaknya itu, Ramadhan mengatakan sehat-sehat saja," jelas La Bia.

"Keluarganya memang meminta untuk otopsi untuk memastikan penyebab meninggalnya Ramadhan. Ini menimbulkan pertanyaan-pertanyaan," tambahnya.

La Bia juga mengaku tidak mendapat kepastian kesalahan yang diperbuat Ramadhan yang dikenal supel dalam pergaulan itu, dari pihak kepolisian. Meski orangtuanya bertugas sebagai anggota Polresta Samarinda di Polsek Pelabuhan, tidak menjamin mendapat penjelasan riil terkait penyebab kematian Ramadhan.

"Cuma diberitahu, mulutnya (Ramadhan) sempat mengeluarkan busa. Pertanyaannya lagi, mengeluarkan busa kenapa ada memar-memar di bagian anggota badannya," tegasnya.

Hingga Minggu (17/10/2011) malam, usai dilakukan otopsi, jenazah Ramadhan masih berada di ruang pendingin Kamar Jenazah RSUD Abdul Wahab Syachranie. Rencananya, jenazah baru akan dimakamkan Senin (17/10/2011) besok siang.

Keberatan dengan sejumlah keganjilan di tubuh jenazah Ramadhan, orang tua Ramadhan berencana mengadukan hal itu ke Mapolresta Samarinda, Jl Bhayangkara.

"Ya, ini mau ke Polresta. Karena kita keberatan dengan keganjilan-keganjilan yang ada," terang La Bia.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arkan Hamzah ketika dihubungi detikcom, belum mengetahui terkait meninggalnya Ramadhan, saat berada di Mapolresta Samarinda.

"Saya lagi di Jakarta. Coba tanya ke Waka (Wakapolresta)," kata Arkan di ujung telepon.

Demikian halnya dengan Wakapolresta Samarinda AKBP Fadjar Abdillah. Dikonfirmasi terpisah juga mengaku belum mengetahui kejadian tersebut.

"Saya belum tahu. Saya cek dulu ya ke yang tugas piket," ujar Fadjar.

(van/van)


Berita Terkait