"Selalu terbuka opsi menteri latar parpol dikurangi. Sedangkan yang latar profesional ditambah," kata Wasekjen DPP PD, Ramadhan Pohan, Minggu (15/10/2011).
Hal ini disampaikannya menjawab pertanyaan tentang kemungkinan krisis SDM berkualifikasi menteri di lingkungan parpol. Krisis itu yang kemudian berdampak pada lambannya proses perombakan KIB II oleh Presiden SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kebetulan menteri yang pas dan bagus bukan dari parpol, ya nggak bisa dipaksakan. Presiden bisa mencari profesional," ujarnya.
"Reshuffle kabinet bukan bagi-bagi kekuasaan atau kavling jabatan. Ini soal target pembangunan dan kesejahteraan rakyat," sambung Ramadhan.
(lh/fay)











































