Hal ini disampaikan Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait. Arist menanggapi kasus sejumlah anak yang menjadi korban penipuan di kawasan Monas, Minggu (16/10/2011) pagi ini.
"Ada satu pesan yang ketika anak mulai remaja yang sering dilupakan orang tua, yaitu jangan mudah terima dan menanggapi ajakan dari orang lain yang baru saja dikenal. Padahal kalimat itu sangat penting sekali diingatkan pada anak ketika dia tidak dalam pengawasan langsung," terang Arist dalam perbincangan detikcom, Minggu (16/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang dalam praktek kriminalitas sekarang, yang menjadi sasaran itu banyak anak-anak," katanya.
Kenapa anak, menurut Arist, gaya hidup anak zaman sekarang yang telah salah kaprah. Ia pun mengkritisi anak-anak yang masih duduk di bangku SD dan SMP sudah dibekali alat komunikasi yang canggih oleh orang tuanya.
"Lihat saja anak-anak sekarang di tempat yang ramai pun tampak tidak takut dan segan memakai gadget yang pastinya orang bisa memperkirakan harganya. Tak segan-segan memakainya di tempat keramaian lagi. Ini kan memancing reaksi orang," kritik Arist.
Ia pun menambahkan, orang tua boleh berniat memberikan yang terbaik bagi anak. Tapi mereka juga harus tahu apa manfaat dari alat-alat tersebut. Apa gunanya jika mengancam keselamatan anak.
"Kadang kita yang mencelakakan anak sendiri. Dengan ponsel-ponsel yang mahal itu mereka malah bergaya-gaya bukan pada tempatnya. Alhasil ini malah mengundang ornag berbuat jahat," jelasnya.
Dia pun berharap orang tua lebih peka dengan kondisi lingkungan saat ini di tengah banyaknya masyarakat yang mengalami himpitan ekonomi. Sarannya, silakan memberikan sesuatu pada anak asal sesuai dengan manfaat dan fungsinya.
"Karena ini intinya di orang tua juga, bagaimana dia bisa berpesan pada anak untuk tidak mempertontonkan, atau menggunakan alat komunikasi itu dengan sehat dan baik. Jangan pamer barang begitulah di situasi sekarang, apalagi di tempat keramaian," pesan Arist.
(lia/fay)










































