Survei LSI: Hanya 46,2 Persen yang Puas dengan Kinerja SBY

Survei LSI: Hanya 46,2 Persen yang Puas dengan Kinerja SBY

- detikNews
Minggu, 16 Okt 2011 13:38 WIB
Jakarta - Kepuasan masyarakat terhadap kerja pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai kian merosot hingga angka 46,2 persen pada Oktober 2011. Jumlah itu sangat jauh dari 2 tahun lalu yang masih bertengger pada angka 63,1 persen.

Demikian hasil temuan survei yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang dilakukan 5-10 Oktober ini. Survei dilakukan kepada 1200 responden dengan metode multi stage random sampling dengan margin error mencapai 2,9 persen.

“Lewat metode ini dapat menggambarkan pendapat masyarakat secara umum," kata peneiliti LSI, Ardian Sopa dalam paparannya di kantor LSI, Jl Pramuka, Jakarta Timur, Minggu (16/10/2011).

Menurut Sopa, faktor utama turunnya kepuasan publik karena rapor merah pada kinerja tim ekonomi kabinet SBY. Hanya 40,9 persen yang menyatakan puas dengan kerja tim ekonomi, sementara sisanya menyatakan tidak, dengan alasan harga sembako yang semakin sulit.

Kemudian soal penegakan hukum, dianggap ber-rapor merah karena hanya 39,3 persen masyarakat yang menyatakan puas.

“Kasus pemberitaan korupsi di bidang hukum, dan kementerian membuat kepuasan publik merosot," ungkap Sopa.

Rapor merah ketiga yang membuat kepuasan menurun adalah di bidang politik. Hanya 38,4 persen masyarakat puas terhadap kinerja politik SBY. Sisanya, banyak keluhan seperti terbatasnya akses pemimpin di level Pilkada.

“Bahkan ada wacana pemilihan gubernur kembali dipilih DPRD. Ini kemunduran demokrasi," ucap Sopa.

Kelemahan keempat yang mencolok, menurut survei LSI yakni soal isu-isu luar negeri terutama soal perlindungan TKI. Sebanyak 44,8 persen masyarakat menilai kerja SBY tidak maksimal melindungi warganya yang menjadi buruh migrant di luar negeri.

“Rapor merah kelima yakni soal isu-isu sosial seperti Ahmadiyah. 49,9 persen masyarakat tidak puas dengan kerja-kerja bidang sosial SBY. Satu-satunya rapor biru SBY adalah soal keamanan meski itu dengan catatan seperti teror bom di tempat ibadah,“ jelas Sopa.

Solusi untuk menyelamatkan kepuasan masyarakat, menurut LSI adalah dengan merombak kabinet dan memasukkan orang-orang yang punya kemampuan.

“Perlu reshuffle kabinet dengan tepat, memasukan orang-orang yang tepat. Indikasi reshuffle benar atau tidak yakni merombak Menpora Andi Mallarangeng, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Menteri ESDM Darwin Saleh, Menpera Suharso Monoarfa, Menhub Freddy Numbery, Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Menkes Endang Rahayu, Menag Suryadharma Ali dan Mentan Suswono,“ jelas Sopa memberi saran.

Sekadar diketahui, sejumlah nama memang telah diisukan akan menggantikan menteri yang direshuffle. Diantaranya politisi Golkar Syarif Cicip Sutardjo dan Dirut Pertamina Karen Agustiawan. Bahkan alotnya reshuffle disebut-sebut karena ada 2 calon kuat di setiap kementerian. Untuk posisi Menakertrans, diisukan akan diisi Theo Sambuaga dan andi Gani Nena Wea. Sedangkan untuk posisi Menpera diperebutkan oleh Muhaimin Iskandar dan Romahurmuzy.
(Ari/gun)


Berita Terkait