Kejadian bermula ketika korban beserta enam anggota keluarganya datang bertamasya ke Pantai Jambu, sekitar 10 Km dari Pantai Anyer, Banten, Sabtu (15/10), kemarin, siang. Selepas salat Dhuzur, atau sekitar pukul 13.30 WIB, mereka beramai-ramai menuju ke pantai untuk berenang.
"Jadi kronologinya, keluarga ini habis salat Dzuhur pada mandi di Pantai Jambu. Tiba-tiba mereka terempas oleh ombak secara bersama-sama," kata salah satu personel Basarnas yang melakukan pencarian korban, Budi Setiawan, kepada detikcom, Minggu (16/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun, keenam orang lainnya berhasil diselamatkan oleh wisawatan asing yang tengah berselancar di Pantai Jambu. "Yang enam diselamatkan oleh turis asing di sana," ucapnya.
Budi mengatakan, beberapa saat setelah mendengar laporan tenggelamnya Nurhassan dan Bintang, Tim SAR lantas menuju ke lokasi untuk melakukan pencarian. Pencarian dimulai sejak semalam hingga tadi pagi pukul 05.00 WIB, namun hasilnya nihil. Baru setelah pencarian dilanjutkan, korban akhirnya bisa ditemukan.
"Korban berada sekitar 200 meter dari lokasi tenggelam. Medannya karang, jadi kami agak menyulitkan proses pencarian," tutur Budi sembari mengatakan Tim SAR yang dikerahkan ke lokasi berjumlah 5 personel.
Budi menambahkan, setelah dievakuasi ke Puskesmas Cinanngka, kemudian Polsek Cinangka, jenazah korban dibawa ke rumah duka masing-masing. Nurhassan diketahui merupakan warga Cilincing, Jakarta Utara (Jakut). Sedangkan Bintang mempunyai alamat di Bekasi, Jawa Barat (Jabar).
"Tadi sekitar pukul 08.40 WIB korban sudah dibawa ke rumah duka masing-masing dengan pengawalan Polsek Cinangka," katanya.
(irw/irw)










































