FPKS Sindir SBY Jika Berani Kurangi Menteri di Kabinet

FPKS Sindir SBY Jika Berani Kurangi Menteri di Kabinet

- detikNews
Sabtu, 15 Okt 2011 13:37 WIB
FPKS Sindir SBY Jika Berani Kurangi Menteri di Kabinet
Jakarta - FPKS berharap SBY tidak mengurangi jatah menteri mereka di kabinet. FPKS mengingatkan bahwa dalam kontrak politik sebelum SBY maju menjadi Capres 2009, disebutkan bahwa 4 orang kader PKS terlibat dalam kementerian.

"Jika hal itu diabaikan oleh Presiden SBY maka sejarah akan mencatat, bahwa ada seorang kader terbaik bangsa yang pernah memimpin bangsa, tercoreng nama baiknya dalam catatan sejarah," terang Sekretaris Fraksi PKS di DPR Abdul Hakim dalam pernyataannya melalui pesan singkat yang diterima detikcom, Sabtu (15/10/2011).

Abdul Hakim melanjutkan, kontrak politik yang dilakukan PKS ditandatangani bersama antara Ketua Majelis Suro Hilmi Aminuddin dan SBY menjelang deklarasi pencapresan pada 2009.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang salah satu butirnya akan mengikutsertakan 4 orang kader PKS dalam penyusunan kabinet 2009-2014, dengan kementerian dan nama kandidat yang defenitif, sebagaimana yang ada dalam komposisi kabinet saat ini," terangnya.

PKS mengaku sudah berjuang bersama SBY, bercucuran keringat dan berjuang dengan sunguh-sungguh untuk memenangkan calon Presiden, hingga akhirnya menang.

"Kami ikut berjuang, tidak gratisan. Kinerja menteri PKS juga bagus," imbuhnya.

Rapimnas yang digelar di Hotel Sahid pada 14-15 Oktober ini menghasilkan sejumlah rekomendasi dan masukan. Nantinya akan disampaikan kepada Majelis Syuro.

"Nanti Majelis Syuro yang akan memutuskan. Nanti akan bersidang," terangnya.

Informasi yang beredar beberapa hari ini terkait reshuffle, menteri PKS di kabinet akan hilang satu kursi. Disebut-sebut posisi menteri yang lepas adalah Menristek. Selain Menristek, PKS juga memiliki kursi lainnya yakni Mentan, Menkominfo, dan Mensos.

(ndr/aan)


Berita Terkait