Sharon: Pelarangan Tembok Pemisah Dorong Terorisme

Sharon: Pelarangan Tembok Pemisah Dorong Terorisme

- detikNews
Senin, 12 Jul 2004 06:23 WIB
Jakarta - Pemimpin Israel benar-benar kepala batu. Meski pengadilan internasional telah menyatakan pembangunan tembok pemisah Tepi Barat sebagai ilegal, namun Perdana Menteri Ariel Sharon tetap memerintahkan pekerjaan konstruksi untuk tembok itu diteruskan. Arial Sharon, sebagaimana dikutip kantor berita The Associated Press, Senin (12/7/2004), bahkan mengecam keputusan Pengadilan Internasional (ICJ) yang bermarkas di Den Haag itu keputusan yang mendukung terorisme."Keputusan tersebut mengirimkan pesan yang merusak untuk mendorong terorisme, dan mengkhianati negeri yang mempertahankan diri melawan terorisme," kata Sharon seraya menjanjikan diplomasi all-out untuk menolak keputusan tersebut.Menurut pernyataan dari kantor perdana menteri, pembangunan tembok pemisah itu diteruskan sesuai dengan garis besar yang telah ditentukan melalui keputusan pengadilan tinggi pada 30 Juni. "Dan penentangan terhadap pendapat ICJ terus berlanjut oleh jalur hukum maupun diplomatik," kata pernyataan itu. Sharon meminta Jaksa Agung Mazuz dan para wakil dari kementerian kehakiman agar menyampaikan kepadanya satu analisa hukum dari pendapat ICJ sesegera mungkin. Para aparat hukum itu diminta menyerahkan rekomendasi dan langkah-langkah hukum maupun politik yang akan diambil. Para hakim pada Mahkamah Agung Israel bulan lalu menyatakan bagian dari tembok pembatas itu, yakni pembuatan pagar berlistrik, dilengkapi kabel dan dinding beton, seharusnya dibuat melalui rute sebelah utara Jerusalem karena tembok itu akan melanggar hak sekitar 35.000 warga Palestina penghuni. Namun MA juga menyatakan adalah hak pemerintah untuk membangun tembok pemisah didasarkan pada kepentingan keamanan. Sharon sebelumnya telah mengatakan pada rapat kabinet mingguan bahwa dia tidak punya keinginan untuk memperhatian keputusan ICJ. Sementara itu di Tel Aviv, militan Palestina meledakkan sebuah bus dengan sebuah bom paku yang tersembunyi di semak belukar di tepi jalan. Aksi ini menewaskan seorang tentara wanita dan melukai lima orang penduduk.Ini adalah serangan mematikan pertama dalam empat bulan ini, dan Sharon pun segera mengaitkannya dengan larangan pembangunan tembok pembatas. Tembok pembatas, dalil Sharon, dibutuhkan untuk mencegah serangan seperti itu. (gtp/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads