"Fasilitas senilai AUD 3,75 juta ini akan didirikan di Padang. Tempat ini akan dilengkapi dengan fasilitias pelatihan, gudang penyimpanan darurat dan pusat operasi darurat," ungkap Wakil Direktur Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR), Dr. Matt Hayne, melalui siaran pers yang diterima detikcom, Sabtu (15/10/2011).
Pembangunan pusat fasilitas ini didirikan untuk menanggapi risiko tinggi terjadinya gempa bumi dan tsunami yang sering terjadi di Indonesia. Fasilitas ini akan melatih para personel dan juga menyediakan persediaan darurat yang bisa digunakan secara cepat saat terjadinya bencana.
"Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang paling rentan terhadap bencana. Personel pengelolaan bencana yang lebih terlatih dan kemampuan tanggap bencana yang lebih cepat akan menyelamatkan banyak nyawa," terangnya.
Selain pembangunan pusat pelatihan pengelolaan bencana dan logistik, AusAID dan BNPB juga bekerja sama dalam pembangunan fasilitas pelatihan dan penyimpanan. Fasilitas ini merupakan model "praktik terbaik" untuk pelatihan logistik dan simulasi bagi para staf logistik Pemprov Sumatera Barat.
(anw/anw)











































