"Jadi kita mengisi kekosongan yang ada di KAHMI. Dan jangan ditafsirkan sebagai saingan, tapi untuk menutup kekosongan dari gerakan yang ada di KAHMI," papar Ketua Umum Persaudaraan Alumni HMI Bursah Zarnubi saat peluncuran Persaudaraan Alumni HMI di Gedung Smesco, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jum'at (14/10/2011) malam.
Bursah mengatakan, kader HMI harus menjadi motor penggerak perubahan bangsa ke arah yang lebih baik. Karena keadilan sosial tidak akan datang sendiri melainkan harus direbut secara bersama-sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Manoarfa, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, aktivis HMI dan kelompok Cipayung. "Kita harus serius memikirkan bangsa yang sudah terkoyak ini," ungkap Bursah.
Sementara Suharso mengatakan, HMI sebagai satu-satunya organisasi kader di Indonesia. "Jadi sudah kewajiban kita sebagai kader untuk memperkokoh persaudaraan kebangsaan untuk merebut keadilan," ungkapnya.
Kata dia, dalam kebebasan berfikir adalah hal yang sah dalam HMI. Karena HMI tidak ada patron. "Sebagai kader kita harus mampu menentukan kemajuan bangsa dan negara ini," tukasnya.
Ke depan tambah Suharso, HMI jangan hanya dijadikan sebagai KTP, tapi bagaimana mampu menjadi organisasi yang mampu mengambil peran sebagai pemersatu bangsa. "Kita harus ikut menentukan jalannya republik ini," tandas Suharso yang belakangan santer dikabarkan akan di-reshuffle oleh Presiden SBY.
(zal/anw)











































