"Saya kira wajar Diknas itu mengelola anggaran yang begitu besar dan kemudian tugas sebagai besar dan kemudian yang satu konsen di pendidikan dan satu di kebudayaan," kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi di kediaman pribadi Presiden SBY di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/10/2011).
Heru memaparkan, dua wakil menteri tersebut salah satunya akan mengurusi bagian pendidikan dan satunya lagi kebudayaan. Sehingga wajar menurutnya, dua orang mengurusi dua bagian yang berbeda itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria asal Jawa Timur ini membantah keberadaan dua wakil menteri ini nantinya akan mengganggu tugas Mendiknas sendiri. Justru menurutnya penambahan ini akan efektif.
"Saya kira tidak (mengganggu). Apakah ada wamen efektif atau tidak atau sebetulnya ada kementeriann yang kerjanya lebih keras dari sekaraang. Tapi karena tangan kurang maka itu diperlukan," kata Heru.
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Nasional mendapat tambahan satu orang wakil menteri yang khusus menangani pendidikan. Maka ada dua orang wakil menteri yang akan dampingi Mendiknas M Nuh.
Wakil baru Mendiknas adalah Prof Musliar Kasim. Musliar adalah mantan rektor Universitas Andalas yang saat ini menjabat sebagai Inspektur Jendral untuk Kemendiknas.
"Presiden menugaskan saya agar membantu sebagai wakil menteri pendidikan bidang pendidikan," ujar Musliar di kediaman pribadi SBY di Cikeas, Bogor, Jumat (14/10/2011).
"Jadi ada dua wakil menteri," sambungnya.
Misi yang diembankan oleh Presiden SBY untuk mengembangkan pendidikan yang meningkatkan daya saing bangsa. Yaitu program pendidikan yang menghasilkan alumni bukan saja cerdas, tapi juga cocok dengan kebutuhan pasar.
(anw/anw)











































