Korban diketahui tewas setelah petugas mendobrak paksa pintu kamar mandi karena curiga korban tak kunjung keluar setelah satu jam masuk kamar mandi. Saat pintu terbuka, tubuh korban telah kaku dan detak nafas korban tidak terdengar lagi.
Petugas kemudian mendatangkan dokter untuk memeriksa kondisi korban. Selanjutnya, korban dibawa ke Rumkit Bhayangkara Polda Sumut, Jl. Sei Padang Dalam, Medan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluarga korban yang mendengar informasi, langsung datang ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Anak perempuan korban, terlihat memeluk kepala ayahnya saat tim dokter memompa alat pernafasan yang dipasang di bagian mulut dan hidung korban.
Wakil Kepala Polda (Waka Polda) Sumt, Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Sahala Allagan yang datang ke Rumkit Bhayangkara mengatakan, atas permintaan keluarga, jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Pirngadi Medan guna menjalani proses otopsi untuk memastikan penyeban kematian korban.
"Pihak keluarga ingin jenazah diotopsi di Pirngadi Medan. Itu atas permintaan keluarga. Jadi belum dapat dipastikan penyebab meninggalnya korban," kata Allagan.
Gindo ditahan Tim Penyidik Polda Sumut sepekan lalu, terkait kasus dugaan korupsi pengadaan 3 unit grader dan 1 unit asphalt mixing plat dengan total kerugian negara mencapai Rp 2,1 miliar yang bersumber dari dana P-APBD dan APBD Pemkot Medan tahun anggaran 2009.
Dalam kasus ini, Tim Penyidik Polda Sumut juga telah menahan tersangka lainnya.
(rul/anw)











































