Apakah dua peristiwa tersebut ada kaitannya? Presiden SBY masih menunggu keputusan dua partai besar itu pasca pertemuan Kamis siang?
"Tidak. Presiden mempunyai hak dan kewenangan penuh untuk mengganti menteri sesuai dengan fungsionalnya sebagai kepala pemerintahan," jawab Jubir Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden masih pertimbangkan siapa-siapa yang duduk di dalam kabinet," ujar Julian.
Jawaban serupa juga disampaikan Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Masyakat, Heru Lelono. Sesuai kesepakatan koalisi, pasti Presiden SBY tetap berkomunikasi dengan pimpinan parpol koalisi pendukungnya.
Namun bukan berarti penataan ulang KIB II tergantung kepada parpol koalisi. Sebab prioritasnya memang bukan untuk memuaskan keinginan partai koalisi.
"Apapun yang terjadi dalam proses reshuffle ini, pasti ada parpol yang tidak puas," cetus Heru.
"Tapi konsentrasinya mau ke mana sih? Kabinet untuk kepentingan masyarakat atau harus menunggu semua parpol puas?" sambungnya.
(lh/ndr)











































