"Semuanya seperti yang diceritakan Pak Ical, itu diserahkan sepenuhnya pada Presiden, kita tidak intervensi. Pokoknya tinggal tunggu saja 2-3 hari ke depan," ujar Agung Laksono sesusai Rapat di Kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (14/10/2011).
Saat ditanya mengenai posisinya yang saat ini cukup rawan untuk diganti, Agung menyatakan hanya akan menunggu semuanya. "Kita tunggu saja ya," imbuhnya.
Sebelumnya, dikabarkan Presiden SBY dituding tersandera oleh kepentingan partai koalisi saat menyusun reshuffle. Tudingan ini pun sudah dibantah oleh Istana.
(anw/anw)











































