Kepatihan yang merupakan kompleks Kantor Gubernur DIY adalah tempat resepsi pernikahan yang akan digelar pada hari Selasa (18/10) pukul 19.00 hingga 22.00 WIB.
Sebelum gladi bersih dimulai sejak pukul 14.30 WIB, panitia kirab mempersiapkan lima buah kereta kuda yang ada di Museum Kereta di Jl Rotowijayan. Penanggungjawab kirab, GBPH Yudhaningrat langsung memimpin persiapan gladi bersih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kereta Kyai Jongwiyat yang akan ditarik empat ekor kuda dengan sais Mas Lurah Rotodiwiryo. Kereta ini juga yang akan digunakan pengantin GKR Bendara dan KPH Yudanegara.
Kereta Roto Ijem yang berada di depan kereta pengantin akan dinaiki utusan Sultan yang memimpin prosesi kirab menuju Kepatihan. Kyai Roto Biru (Landower Surabaya) untuk kerabat/besan. Kereta Kus Cemeng untuk kerabat Sultan. Kereta Kyai Permili untuk mengangkut para penari Bedaya. Sedangkan 14 penari Lawung Ageng akan menaiki kuda.
Kyai Jongwiyat dan Kyai Permili akan ditarik empat ekor kuda. Sedangkan kereta kuda lainnya hanya ditarik dua ekor kuda.
Setelah persiapan selesai dari museum, lima buah kereta itu dibawa ke Alun Alun Utara agar kuda yang menarik kereta bisa menyesuaikan. Selanjutnya rombongan berkumpul menuju depan Regol Keben kompleks keraton. Dengan dikawal prajurit keraton rombongan kirab berjalan menuju Kepatihan.
Rute yang akan ditempuh dari Keben melewati Jl Rotowijayan, Jl Pekapalan depan masjid besar Kauman, gerbang Pangurakan atau jl Trikora, simpang empat Kantor Pos Besar, Jl Ahmad Yani ke utara hingga Jl Malioboro. Rombongan kirab masuk Kepatihan lewat pintu depan.
(bgs/mok)











































