Atasi Delay, Gate Kepulangan Jamaah RI di Jeddah Bakal Bertambah

Laporan dari Arab Saudi

Atasi Delay, Gate Kepulangan Jamaah RI di Jeddah Bakal Bertambah

- detikNews
Jumat, 14 Okt 2011 16:46 WIB
Madinah - Gate kepulangan jamaah haji asal Indonesia di Bandara King Abdul Azis (KAA) Jeddah bakal bertambah. Otoritas KAA telah memberikan izin kepada maskapai Garuda Indonesia untuk menggunakan gate tambahan.

Jika ini benar terealisasi, maka persoalan keterlambatan penerbangan jamaah ke Tanah Air akan sedikit teratasi. "Lima hari lalu, otoritas bandara telah memberikan penawaran resmi kepada Garuda untuk menggunakan gate sebelah barat yang selama ini tidak terpakai," ujar Kepala Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Syaerozi Dimyati saat menerima kunjungan delegasi DPD RI, di Konsul Jenderal RI, Jeddah, sebagaimana dilansir Media Center Haji (MCH), Jumat (14/10/2011).

Syaerozi mengatakan pihaknya bersama perwakilan Garuda telah tiga kali mengadakan pertemuan dengan otoritas KAA. Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak telah menemui beberapa kesepakatan awal untuk menggunakan gate tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Garuda sangat antusias menyambut tawaran ini karena akan memangkas waktu tunggu," ujarnya.

Dari kunjungannya ke lokasi, kata Syaerozi gate sebelah barat itu memiliki beberapa nilai strategis. Di antaranya parkir pesawat tepat berada di depan lokasi gate. Ini akan memudahkan penumpang saat boarding.

Keuntungan kedua, pengisian bahan bakar bisa dilakukan secara langsung di tempat parkir pesawat. Kesatuan tempat parkir dengan tempat pengisian bahan bakar bisa memangkas waktu, karena pesawat tidak perlu menuju lokasi pengisian bahan bakar yang biasanya terpisah dari lokasi parkir.

"Keuntungan-keuntungan ini semakin meyakinkan kami untuk menerima tawaran dari otoritas bandara," katanya.

Dia mengaku telah mendapatkan lampu hijau dari Kementerian Agama untuk melakukan kesepakatan itu. Dari jawaban disposisi yang dikirim ke Jakarta, diketahui jika Kementerian Agama menyetujui langkah penambahan gate itu.

"Kementerian hanya mengarisbawahi jika kesepakatan itu jangan sampai merugikan kepentingan jamaah. Saat ini kami tinggal merampungkan detail kesepakatannya," paparnya.

Syaerozi menambahkan penumpukan jamaah akan mencapai puncaknya pada 10 hari pasca puncak haji. "Semua jamaah dari seluruh dunia saat itu ingin segera pulang, sehingga terjadi penumpukan penumpang di bandara," katanya.

Koordinator Tim Pengawas Persiapan Penyelenggara Ibadah Haji DPD RI Muhammad Djazuli menyambut baik langkah tersebut. Menurut dia keterlambatan pemulangan merupakan persoalan klasik yang terjadi setiap tahun. Untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah terobosan agar persoalan itu bisa segera terurai.

"Kami memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan oleh PPHI. Kami berharap kesepakatan itu segera terealisasi," ujar senator asal Lampung ini.

(nrl/vit)


Berita Terkait