Alwi Shihab di Saudi Coba Selamatkan Tuti dari Pemancungan

Laporan dari Arab Saudi

Alwi Shihab di Saudi Coba Selamatkan Tuti dari Pemancungan

- detikNews
Jumat, 14 Okt 2011 15:04 WIB
Alwi Shihab di Saudi Coba Selamatkan Tuti dari Pemancungan
Madinah - Presiden SBY menulis surat pada Raja Arab Saudi untuk meminta bantuan Raja menyelamatkan Tuti Tursilawati (27), TKW dari Majalangka, yang akan dihukum pancung selepas Lebaran Haji. Alwi Shihab saat ini berada di Saudi untuk 'mengawal' surat Presiden tersebut.

Alwi Shihab adalah Wakil Ketua Satgas TKI/WNI di Luar Negeri yang Terancam Hukuman Mati. Dia tiba di Saudi pada Kamis kemarin dan Jumat (14/10/2011) ini pergi ke Riyadh untuk melakukan lobi-lobi tingkat tinggi.

"Kami ada penugasan khusus yang sekarang ini mengenai Tuti," ujar Alwi yang mampir di Kantor Misi Haji Indonesia di Madinah, Kamis (13/11).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alwi dan Konjen RI di Jeddah telah bertemu dengan Lembaga Pemafaan Saudi untuk mengetahui sejauh mana ada pemafaan dari keluarga korban. Seperti diketahui, Tuti dijatuhi hukuman pancung setelah mengakui membunuh dan merampok harta majikannya, Suud Malhaq Al Utibi pada Maret 2010 di sebuah kota di Provinsi Makkah.

"Lembaga Pemafaan akan mengupayakan permintaan maaf dari keluarga, tapi kita juga harus mengantisipasi hal-hal yang tidak menyenangkan," ujar mantan Menlu ini.

Kasus Tuti menjadi berat karena tidak hanya pembunuhan saja yang dilakukannya, melainkan juga disertai perampokan. Setelah membunuh majikannya yang dituding Tuti hendak melecehkannya, Tuti membawa kabur uang senilai 31.500 riyal dan sebuah jam tangan.

"Perampokan adalah unsur yang memberatkan. Perampokan merupakan hak umum yang berarti ada norma-norma yang harus dilaksanakan oleh kerajaan. Pemerintah Saudi tentu tidak mau dianggap mudah memberi pemafaan bagi pelaku yang melakukan pelanggaran hak umum," bebernya.

Menurut Alwi, pemerintah telah berusaha maksimal agar eksekusi Tuti tidak dilakukan, misalnya dengan Presiden SBY menulis surat pada Raja Saudi yang isinya meminta agar Raja mempersuasi keluarga korban agar bersedia memaafkan Tuti.

Hari ini Alwi ke Riyadh untuk bertemu pihak Kerajaan. "Bangsa Indonesia ingin ada perhatian khusus dan mengajak keluarga korban untuk memaafkan," ujarnya.

'Merayu' keluarga korban sepertinya juga perlu trik tersendiri. Pasalnya, keluarga korban memiliki seorang anak yang berpangkat kolonel di angkatan bersenjata Saudi. "Mungkin agak sulit meluluhkan seorang kolonel yang ayahnya dibunuh. Tapi kita berharap keluarga tetap memaafkan. Kita berusaha semaksimal mungkin untuk mendekati keluarga korban agar memaafkan," ungkapnya.

Alwi juga dijadwalkan bertemu dengan Wakil Menlu Saudi yang kebetulan merupakan anak Raja Abdullah, guna melobi kasus tersebut.

Sedangkan Ketua Satgas TNI/WNI yang Terancam Hukuman Mati, Maftuh Basyuni, akan tiba di Saudi pada 18 Oktober. Maftuh merupakan mantan Dubes RI di Saudi yang mengetahui kebijakan dan kultur Saudi. Dia juga merupakan mantan Menteri Agama.

Satgas TKI/WNI ini akan memperjuangkan nasib 6 TKI lainnya yang juga senasib dengan Tuti, antara lain Satinah, Zaenab, Aminah dan Darmawati.

(nrl/vit)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini