Adik Nazaruddin, Nur Hasyim Penuhi Panggilan KPK

Adik Nazaruddin, Nur Hasyim Penuhi Panggilan KPK

- detikNews
Jumat, 14 Okt 2011 14:39 WIB
Jakarta - Setelah sempat mangkir dari pemeriksaan KPK pada Rabu (12/10) kemarin, adik M Nazaruddin, Muhajidin Nur Hasyim memenuhi panggilan KPK hari ini. Hasyim dipanggil sebagai saksi untuk Nazaruddin dalam kasus suap wisma atlet.

Hasyim datang di kantor KPK sekitar pukul 13.50 WIB, Jumat (14/10/2011). Mengenakan kemeja batik warna coklat keemasan, dia datang ditemani dua orang koleganya.

Hasyim sendiri bukan 'orang baru' dalam kasus suap wisma atlet ini. Sejak awal, pihak KPK telah meminta pencegahan untuk Muhajidin supaya yang bersangkutan tidak dapat ke luar negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis, pernah mengungkapkan, M Nasir dan Mujahidin Nur Hasyim beberapa kali ikut dalam rapat pembahasan fee untuk sejumlah pihak terkait proyek pembangunan wisma atlet SEA Games, Palembang, Sumatera Selatan di kantor Permai Group. Nasir adalah sepupu Nazaruddin yang juga anggota Komisi III DPR sementara Hasyim adalah adik Nazaruddin.

"Masalah fee, semua disuruh keluar, yang ada cuma saya, Bu Rosa, Bu Minarsih, kadang-kadang Pak Nasir, Pak Hasyim," kata Yulianis saat bersaksi untuk terdakwa kasus suap wisma atlet Mindo Rosalina Manulang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (10/8/2011) silam.

Untuk mendapatkan proyek wisma atlet, Grup Permai mengeluarkan Rp 16 miliar yang diberikan kepada sejumlah pihak termasuk ke DPR. Menurut Yulianis, induk perusahaan milik Nazaruddin itu kemudian menyerahkan proyek wisma atlet kepada PT DGI dengan mendapatkan imbalan sebesar 14 persen dari pembayaran yang diterima PT DGI setiap termin.

Besaran fee 14 persen itu ditentukan dalam rapat-rapat terbatas yang dihadiri Rosa, Nazaruddin, Yulianis, dan terkadang Hasyim serta Nasir. Selain itu, disepakati pula fee 4 persen dari pembayaran termin pertama PT DGI Rp 33 miliar untuk dibagikan ke daerah.

"Memang selalu seperti itu. Ada meeting kecil. Setiap habis meeting besar, semua disuruh keluar, kita duduk berlima," ujarnya.

(fjp/mok)


Berita Terkait