"Koordinator yang mengerahkan massa tadi dibawa ke Polda Metro Jaya bersama 2 mobil tadi (Metro Mini dan mobil polisi). Namanya Jaya (Jayadi-red)," kata Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Setija Junianta, di lokasi kejadian, Jalan Arjuna Utara, Jakarta Barat, Jumat (14/10/2011).
Menurut Setija, para pria bayaran dievakuasi dengan cepat dari lokasi kejadian agar tidak menyulut lagi bentrokan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koordinator Warga Kampung Guji Baru, Ucok mengatakan Jayadi mengaku memiliki hak tanah warga sejak tahun 2003. Namun, kata Ucok, Jayadi tidak bisa menunjukkan sertifikat tanah tersebut.
"Makanya warga menolak untuk pindah. Dari tahun 2003, dia sudah meminta warga mengosongkan tempat. Tetapi, baru sekarang dia bawa massa. Itu yang membuat warga marah dan melakukan perlawanan," papar Ucok.
Menurut dia, ada warga yang terluka kena lemparan baru, bernama Ahyar, saat tawuran berlangsung tadi pagi. Warga akan terus berjaga-jaga karena khawatir massa bayaran datang lagi.
Ucok mengatakan ada sekitar 80 rumah yang berdiri di tanah seluas 4.500 meter di RT 5 RW 2. Tanah tersebut dahulu adalah rawa dan tidak jelas kepemilikannya. Bangunan di kawasan padat penduduk ini kebanyakan bersifat semi permanen.
(aan/fay)










































