Akhirnya Pengagum Berat Amien Rais Berhenti Menangis
Minggu, 11 Jul 2004 18:00 WIB
Jakarta -
Chandradevi Anisya Poetri, pengagum berat Amien Rais, kini tak menangis lagi. Bocah kecil yang akrab dipanggil Hani sudah tidak bersedih. Tangisnya terhenti setelah dirinya mendengar suara calon presiden pujaannya dari balik telepon seluler.Ahmad Hanafie Raif, putra sulung Amien Rais menyempatkan diri mengunjungi Hani, pengagum Amien yang belum genap berumur 4 tahun, di rumahnya di komplek DKI blok sII No. 6 Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Lewat telepon seluler milik Hanafie, Amien sempat berbincang singkat dengan Hani, demikian petikannya:Halo, ini Pak Amien Rais, gak apa-apa kan kalah?Eyang jangan nangis yaMakasihEyang jangan sedih yaMakasihMenurut Hanafie, ayahnya tidak bisa lama-lama menggunakan telepon selulernya, karena tidak kuat radiasi. Besok, rencananya, Amien akan datang ke tempat Hani untuk menandatangi langsung buku Memimpin dengan Nurani. Setelah berbicara langsung dengan Amien, Hani kini sudah tertawa.Hanafie datang sekitar pukul 15.15 WIB, Minggu (11/7/2004). Hanafie datang membawakan Hani tas sekolah berisi buku "Memimpin dengan Nurani" dan peralatan alat tulis dan gambar.Kepada wartawan, Hanafie mengatakan ayahnya sedang jalan-jalan di sekitar Yogyakarta dan Solo sambil sesekali makan bakmi Pak Doel. Amien masih menunggu hasil akhir penghitungan suara Pilpres yang akan diumumkan KPU 26 Juli nanti.Kata Hanafie, Bapak masih tunggu hasil akhir,"Ini kan masih hasil sementara." Hanafie mengaku belum mengetahui apa rencana ayahnya bila tidak lolos putaran kedua. "Mungkin akan pulang ke Yogya untuk mengajar," tutur Hanafie.Namun Hanafie menambahkan bila ayahnya tidak lolos putaran pertama, maka Hanafie sekeluarga akan golput. "Saya dan keluarga tentu akan golput. Tapi sikap bapak saya belum diberi tahu," kata Hanafie.
(dni/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































